Pada gambar pertama terlihat Didit, cameraman, sedang memberikan petunjuk shooting. Tof akan menembak balon dengan mata tertutup. Supaya lebih menegangkan kami mencoba mencari staff penerbit yang sudah ‘Bosan Hidup’, untuk memegang balon yang akan ditembak. Sayangnya tidak ada yang masuk dalam kualifikasi tersebut. Atas bimbingan dari staff ahli multimedia, kami mengambil beberapa scene yang diambil dengan mata tertutup. Hal ini sempat menarik perhatian beberapa staff penerbit di sana. Mereka terus menerus bertanya: “Apakah otak tengah saya dapat diaktifkan?”. Ada apa kiranya dengan para orang dewasa ini? Mereka mau bermain petak umpet dengan mata tertutup? Atau menyunting naskah buku dengan mata tertutup? Siapa kiranya yang mau membeli buku yang diedit dengan mata tertutup? Anda mungkin!
[Aulia & Risky] Kami meneruskan perjalanan bersama Pak Mul dan Didit ke sebuah apartemen di daerah Kuningan, Jakarta. Disana kami bertemu dengan bu Dhini sekeluarga. Pada gambar kedua terlihat Aulia sedang memperagakan skin vision didampingi oleh Rizky adiknya. Kami mempunyai liputan khusus tentang kisah Rizky yang dapat mengenali kuman campak pada tubuh ibunya. Sebelum berpisah kami sempat berfoto bersama. Terlihat saya dan bu Dhini memegang jagoan kami masing-masing. Paling kanan adalah pak Mul yang memanasi otaktengah.com untuk membagikan apa yang kami ketahui kepada dunia di luar internet. Bekerjasama dengan Visimedia Pustaka, otaktengah.com akan menerbitkan sebuah buku dalam waktu dekat ini. Sebuah buku yang akan dapat menguak tabir misteri otak tengah.
(Hartono)