Friday, 21 May 2010

Apakah Aktivasi Otak Tengah Mempergunakan Hipnosis?

Apakah itu Aktivasi Otak Tengah? dan Apa pula Hipnosis? Penyelenggara Aktivasi Otak Tengah menyatakan bahwa hipnosis tidak dipergunakan dalam aktivasi otak tengah. Apakah benar?

Pertanyaan ini menggelitik hati sebagian besar anggota masyarakat. Web ini membahas ttg otak tengah. Web ini tidak membahas secara khusus tentang Hipnosis. Hari Minggu tgl 14 Maret 2010 diselenggarakan suatu talk show ‘Aneh’ yang melibatkan 2 penulis buku yang berbeda. Talk show diadakan di Gramedia Matraman Lt 2. Kedua penulis ini hanya menguasai bidang masing-masing. Hartono Sangkanparan penulis buku “Dahsyatnya Otak Tengah” berdiskusi dengan Andri Hakim, salah satu penulis buku “Dahsyatnya Hipnosis”. Pada saat talk show berlangsung diadakan demo dari anak-anak yang telah diaktivasi otak tengahnya, dan Andri memperagakan suatu teknik “Direct Hipnosis”. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang 2 bidang yang berbeda ini silahkan anda membaca sendiri kedua buku tersebut.

WARNING !!!
ISI POSTING MOHON TIDAK DIPERGUNAKAN UNTUK MENYUDUTKAN PIHAK TERTENTU. ISI TALK SHOW DITULISKAN DISINI SUPAYA KITA DAPAT MENGERTI DENGAN LEBIH OBJEKTIF DARI BERBAGAI SUDUT PANDANG. JIKA ANDA HANYA MENGAMBIL SALAH SATU CUPLIKAN SAJA TANPA MEMPELAJARI LEBIH LANJUT, DAN MENYEBARKANNYA DENGAN TIDAK BERTANGGUNG JAWAB, MAKA ANDA DAPAT TERKENA TUDUHAN MENCEMARKAN NAMA BAIK. TENTU SAJA ANDA TIDAK MAU MENCEMARKAN NAMA BAIK SESEORANG BUKAN?

Menurut Andri hipnosis adalah suatu proses transfer informasi antara seseorang kepada orang lain. Menurut definisi ini, semua bentuk komunikasi yang menyebabkan pertukaran informasi adalah bentuk dari hipnosis. Jadi proses belajar mengajar di sekolah juga merupakan proses hipnosis. Hipnosis seperti ini disebut sebagai Indirect Hipnosis. Secara lebih jauh, suatu proses orang tua yang menasihati anak adalah suatu proses hipnosis, dimana orang tua berusaha memasukan suatu nilai yang dipercaya baik kepada anak. Menurut definisi ini pula ternyata jika seseorang mengirimkan sms yang mempengaruhi si penerima sms tersebut, hal ini termasuk dalam praktek hipnosis. Saat ini sedang beredar sms gelap (karena tidak bisa di lacak sumbernya, dan tidak ada yang mau bertanggung jawab atas tersebarnya info tersebut), yang menuduh ilmu hipnosis dipergunakan dalam aktivasi otak tengah. Kami menganjurkan untuk mencari informasi yang netral. Janganlah pendapat kita dikendalikan oleh pengirim sms gelap yang tidak mau bertanggung jawab.

Pada talk show ini Andri juga memperagakan teknik Direct Hipnosis, dimana seorang penonton yang memang mau dihipnosis dipersilahkan maju ke depan, dan dibawa dalam keadaan “Tidur”. Untuk teknik hipnosis seperti ini diperlukan latihan khusus.

Sebagian besar dari kita dapat melakukan Indirect Hipnosis kepada orang lain (dan memang secara tidak sadar kita kita ternyata sudah melakukannya kepada orang lain). Tetapi untuk melakukan Direct Hipnosis diperlukan keahlian khusus.

Andri mengatakan bahwa ternyata banyak anggota masyarakat yang mencurigai hipnosis sebagai ilmu hitam, yang membawa kesengsaraan. Pada kenyataannya hipnosis adalah suatu ilmu netral yang dapat dipergunakan untuk kebaikan atau kejahatan. Teknik hipnosis sendiri tidak melibatkan dunia supra natural. Dikatakan pula bahwa pertunjukan hipnosis panggung bukanlah hipnosis murni, melainkan campuran antara Illusionist dan Hipnosis.

Pada saat Hartono menanyakan tentang kemungkinan ilmu hipnosis dipergunakan dalam aktivasi otak tengah, Andri menyatakan bahwa semua bentuk transfer informasi pasti melibatkan hipnosis. Apakah dalam proses aktivasi ini ada nasihat yang diberikan kepada anak? Andri bertanya, dan dijawab “Ya” oleh Hartono. Maka proses aktivasi otak tengah dapat dikatakan melibatkan indirect hipnosis (hati-hati pembaca!, kalimat ini jangan disalah tafsirkan, baca keseluruhan pembahasan), seperti juga proses menasihati pada umumnya yang dilakukan oleh orang tua, atau guru di sekolah . Tetapi aktivasi otak tengah tidak terlihat mempergunakan ilmu Direct Hipnosis, karena tidak ada mentor yang dilatih khusus untuk melakukan Direct Hipnosis.

Pada saat ditanya apakah mungkin dengan Ilmu Hipnosis dilakukan pengaktifan otak tengah, Andri menyatakan tidak tahu, dan mengaku belum pernah mencobanya.

Di akhir dari talk show Andri menyatakan bahwa hendaknya anggota masyarakat jangan memandang dengan curiga kepada ilmu hipnosis, dan Hartono menyatakan bahwa dalam proses Aktivasi Otak Tengah tidak melibatkan Direct Hipnosis.

Karena begitu banyaknya minat dari masyarakat terhadap informasi ini direncanakan talkshow sejenis dilakukan di berbagai tempat di Indonesia. Tgl 27 Maret 2010 giliran Surabaya. Tgl 28 Maret 2010 Gramedia Malang akan menjadi tuan rumah. Silahkan simak jadwal detil talkshow ttg otak tengah di www.dahsyatnyaotaktengah.com

Informasi lengkap tentang Aktivasi Otak Tengah kunjungi www.otaktengah.com

Ikuti berita terbaru di twitter.com/otaktengah

Buku Referensi Yg Dianjurkan : Dahsyatnya Otak Tengah

Tuesday, 27 April 2010

DAHSYATNYA OTAK TENGAH


Selama ini kita hanya berbicara otak kanan dan otak kiri yang kerja nya agak berlawanan yang satu mengarah ke logika dan satunya lagi ke rasa. Kita jarang membahas otak tengah yang kalau kita manfaatkan justru dampaknya sama dahsyatnya jika kedua belahan otak kiri dan kanan bekerja sinergis. Perkembangan otak tengah (mesencephalon) mengalami perkembangan yang pesat saat pembentukan janin. Pada fase awal, otak tengah bayi lebih dominan, sehingga sering disebut kalau bayi itu jenius. Namun dalam pertambahan umur, otak tengah ini menjadi kurang aktif. Dalam perkembangan lebih lanjut, otak manusia lebi didominasi satu dari bagian otak, kiri atau kanan.
Secara umum, otak tengah berfungsi sebagai super controller yang dapat mengatur keseimbangan kinerja otak kanan dan otak kiri. Namun kenyataannya, setelah fase dewasa kebanyakan orang otak tengahnya tertidur (tidak aktif). Padahal otak tengah dapat meningkatkan daya ingat, daya tangkap dan konesntrasi seseorang. Jika otak tengah seseorang aktif, keseimbangan kinerja otak kanan dan otak kiri dapat tercapai dan akan berpengaruh pada kemampuan mental dan karakter seseorang menjadi lebih baik/lebih tenang. Karena otak tengah ini akan menstabilkan emosi seseorang, membantu dan menjaga produksi hormon tubuh, daya tahan tubuh lebih baik sehingga tidak mudah sakit dan perasaan selalu santai dan senang.
Bagaimana cara mengaktivasi otak tengah kita ? ini pertanyaan menarik, karena kalau otak tengah dapat diaktifkan maka banyak hal dapat dilakukan antara lain dapat melakukan sesuatu dengan mata tertutup sama baiknya ketika melihat langsung misalnya mewarnai gambar dengan mata tertutup. Selain itu, keseimbangan tubuh akan lebih baik, bahkan anak mampu bersepeda dengan mata tertutup demikian menembak dan meniti titian.
Jepang telah melakukan aktivasi otak tengah siswa-siswinya 40 tahun yang lalu, Malaysia 5 tahun yang lalu, sementara di Indonesia kita baru mulai membicarakannya dan akan melakukan. Salah satu cara aktivasi otak tengah dikembangkan oleh GMC (Genius Mind Consultancy) dengan metode mutakhir yang dilakukan dengan bantuan komputer. Cara ini diklaim mampu mengaktifkan otak tengah anak mulai umur 5 sampai 15 tahun dengan tingkat keberhasilan metode ini 90 %. 

Sunday, 18 April 2010

"KEAJAIBAN OTAK TENGAH" di majalah.tempointeraktif.com (12 April 2010)


  • Keajaiban Otak Tengah

    Kurnia Puspitasari, 16 tahun, buta sejak tiga tahun silam gara-gara kelenjar getah bening dan tumor otak menekan saraf mata. Sudah dirawat di rumah sakit, dan dokter menjanjikan Kurnia bisa melihat kembali berangsur-angsur dalam enam bulan. "Tapi sampai sekarang belum bisa melihat juga," kata Djamad, ayah Kurnia.
    Siswa kelas dua SMP itu merasa putus asa dan malu, serta tak bisa sekolah. Namun, setelah mengikuti pelatihan aktivasi otak tengah selama satu setengah hari di Genius Mind Consultancy (GMC) Serpong, Banten, Minggu pekan lalu, Kurnia bisa menyebut warna kartu remi. "Mudah-mudahan dengan pelatihan lanjutan dia bisa membaca, tumbuh percaya dirinya, dan bisa sekolah lagi," Djamad berharap.
    Keajaiban tidak hanya terjadi pada Kurnia. Sebanyak 21 anak lain juga bisa menebak warna, angka, bahkan membaca pesan pendek di telepon seluler dengan mata ditutup kain. Heszkya Prastiowati Kristianto, siswa kelas satu sekolah dasar di Ciledug, Tangerang, memperagakan membaca pesan pendek hanya dengan meraba layar telepon seluler dengan jarinya. "Saya takjub. Mudah-mudahan berguna saat meng-ikuti pelajaran di sekolahnya," ujar Happy Kristianto, ayahnya.
    Muhammad, 12 tahun, salah seorang peserta pelatihan, mengakui bisa membedakan warna kartu dengan cara menghidu. "Warna merah baunya lebih- menyengat, sedangkan hitam kurang ada baunya," katanya. Siswa kelas enam SD di Depok itu juga bisa menebak angka dalam kartu uno. "Saat diraba, kartu-kartu itu ada titik terang dalam otakku, muncul warna dan angka-angka itu."
    Orang tua peserta pelatihan aktivasi otak tengah benar-benar dibuat keheranan dengan kemampuan anak-anaknya. Peserta yang berusia 7-13 tahun tampak berlaku aneh mencium, meraba-raba, mendengar, atau menggosok-gosokkan kartu untuk menebak warna dan angka kartu remi atau uno. Hampir semua anak bisa menebak warna atau angka kartu-kartu itu, walaupun matanya ditutup kain merah tak tembus pandang. "Membaca dengan mata tertutup hanya satu cara untuk membuktikan otak tengah anak telah diaktifkan," ujar dokter Hendryk Timur, master -peng-aktifan otak tengah GMC Serpong.
    Manfaat lain aktifnya otak tengah, anak akan memiliki akses yang mudah ke otak kiri dan kanan. Sehingga mereka lebih mudah belajar, membaca, dan menghafal benda-benda lebih cepat. Konsentrasi, daya ingat, kreativitas, dan karakter yang positif pun turut berkembang. "Anak akan lebih termotivasi," kata Hendryk.
    Menurut dokter ahli saraf Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Silvia F. Lumempow, teori penggunaan otak tengah banyak dilakukan di Rusia, dan mulai berkembang di Jepang sejak 40 tahun silam. Latihan ini dipraktekkan di Malaysia sejak lima tahun lalu, dan masuk Indonesia menjelang akhir 2009. Pelatihan pertama di Batam, lalu Bandung, Cirebon, Tangerang, dan kota-kota lainnya. "Kami berhasil mendapatkan franchise sejak November lalu," kata Djoni Tjiawi, ahli aktivasi otak tengah di Tangerang.
    Di dunia kedokteran, menurut dokter ahli saraf lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Vivien Puspitasari, istilah otak tengah atau midbrain sudah dikenal sejak ditemukannya ilmu anatomi sistem saraf. Otak manusia dibagi menjadi tiga bagian besar berdasarkan perkembangannya sejak masih janin dalam kandungan, yaitu prosencephalon (otak depan), rhom-bencephalon (otak belakang), dan me-sencephalon (otak tengah).
    Jadi, yang disebut otak tengah adalah bagian dari otak manusia yang letaknya antara otak depan dan otak belakang. Otak tengah tersusun dari inti sel saraf dan serabut saraf yang memiliki beberapa fungsi khusus. Bagian ini ibarat saluran atau lorong yang diapit kedua bagian otak itu. "Otak tengah itu bagai jembatan di kedua otak itu," ujar Hendryk.
    Otak tengah, menurut dokter yang kini bertugas di Rumah Sakit Siloam Tangerang itu, mengandung inti sel saraf kranial III dan IV, yang berfungsi menggerakkan otot-otot mata ke arah vertikal. Selain itu, otak tengah mengandung serabut saraf formatio reticularis, yang bertanggung jawab mempertahankan kesadaran. "Mengandung serabut saraf sensorik maupun motorik yang menghantarkan sinyal dari otak bagian distal menuju otak depan atau sebaliknya," katanya. Yang lebih penting, otak tengah mengandung inti sel substansia nigra, yang menghasilkan zat dopamin, yang berperan dalam sistem gerakan tubuh.
    Menurut Vivien, istilah aktivasi otak tengah baru beberapa tahun terakhir ramai diperbincangkan. Menurut penyelenggara pelatihan, aktivasi otak tengah yang terbaik dilakukan pada anak usia 5-15 tahun. "Metode aktivasi otak tengah yang katanya mampu -meng-ubah anak menjadi jenius perlu disikapi dengan hati-hati dan bijaksana. Sampai saat ini di bidang kedokteran belum ada bukti ilmiah kuat yang mendukung keefektifan dan dampak metode ini terhadap kemampuan kognitif anak," ujar Vivien.
    Menurut dokter Silvia, aktivasi otak tengah adalah suatu penemuan fenomenal dalam pendidikan anak. "Para ahli neuroscience sedang meneliti fenomena ini," katanya.
    Namun kemampuan kognitif anak, menurut Vivien, tidak hanya ditentukan aktivasi otak tengah. Kemampuan belajar itu melibatkan semua komponen otak, baik otak depan dengan kedua belahan otaknya (kanan dan kiri), otak kecil, maupun komponen otak lainnya. "Semuanya perlu distimulasi secara seimbang dan terus-menerus untuk menghasilkan kemampuan kognitif yang optimal. Jadi, tidak bisa dalam waktu singkat."
    Banyak faktor yang menentukan kemampuan berpikir seseorang seperti keturunan, lingkungan keluarga, tempat tinggal, pendidikan, dan jenis stimulasi yang diterima. "Jika ada yang mengatakan dengan aktivasi otak tengah saja seseorang bisa membedakan warna, mengetahui huruf atau angka, membaca dengan mata tertutup, atau bisa membuat semua anggota tubuh lebih sensitif, secara medis belum ada bukti ilmiah dan penjelasannya," kata Vivien.
    Sebelum menyatakan suatu metode efektif dan berguna, menurut Vivien, diperlukan penelitian ilmiah. Yang terbaik adalah penelitian Rrandomized Control Trial yang multisenter, sehingga dapat disimpulkan manfaat atau efek positif antara sebelum dan sesudah menggunakan metode tersebut. "Sebelum ada hasil penelitian yang mendukung, belum diketahui efektivitas dan kegunaan dari metode tersebut."
    Dokter Vivien boleh skeptis. Tapi, selama dua hari pelatihan aktivasi otak tengah, 21 anak usia 7-13 tahun dan seorang tunanetra berusia 16 tahun bisa menebak warna dan angka pada kartu dengan mata tertutup. Dokter Hendryk juga tak membantah, soal faktor keluarga, lingkungan, dan stimulasi lain turut menentukan kemampuan berpikir. "Jika aktivasi otak tengah diikuti penunjang lainnya, bisa lebih dahsyat hasilnya," ujarnya.

    Ahmad Taufik
    Susunan Otak
    Prosencephalon (forebrain), disebut juga otak bagian depan, merupakan bagian otak terbesar, terdiri atas kedua belahan otak atau hemisfer kiri dan kanan, talamus dan hipotalamus.
    - Rhombencephalon (hindbrain), disebut juga otak belakang, terdiri atas pons, medulla oblongata, dan serebelum (otak kecil).
    - Mesencephalon (midbrain), disebut juga otak tengah, ukurannya kecil, menghubungkan otak depan (forebrain) dan otak belakang (hindbrain).
    Cara Mengaktifkan Otak Tengah
    1. Anak diajak bermain-main, bersenang-senang sehingga santai, masuk ke gelombang alfa.
    2. Mendengarkan gelombang suara mulai suara ombak sampai suara helikopter, sekitar 85 desibel, selama empat menit. Untuk stimulasi otak tengah.
    3. Setelah aktif, diperlukan sebulan bimbingan orang tua di rumah, 15 menit setiap hari, untuk membuat otak tengah stabil dan bertambah kinclong.

    (Sumber : http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/04/12/KSH/mbm.20100412.KSH133222.id.html)

Monday, 12 April 2010

It's All About Brain - Midbrain


Otak (bahasa Inggris: encephalon) adalah pusat sistem saraf (bahasa Inggris: central nervous system, CNS) pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya.

Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

Otak terbentuk dari dua jenis sel: glia dan neuron. Glia berfungsi untuk menunjang dan melindungi neuron, sedangkan neuron membawa informasi dalam bentuk pulsa listrik yang di kenal sebagai potensial aksi. Mereka berkomunikasi dengan neuron yang lain dan keseluruh tubuh dengan mengirimkan berbagai macam bahan kimia yang disebut neurotransmitter . Neurotransmitter ini dikirimkan pada celah yang di kenal sebagi sinapsis. Avertebrata seperti serangga mungkin mempunyai jutaan neuron pada otaknya, vertebrata besar bisa mempunyai hingga seratus milyar neuron.

Otak manusia [1] adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf didalamnya dipercayai dapat mempengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak mempengaruhi perkembangan psikologi kognitif.

Bagian otak manusia

Pada anatomi otak vertebrata, otak depan (bahasa Inggris: prosencephalon, forebrain) adalah bagian atas dari otak. Pada tahap perkembangan sistem saraf pusat (bahasa Inggris: five-vesicle stage), otak depan berkembang dan memisahkan diri menjadi otak besar dan diensefalon. Jika pada masa embrio, otak depan mengalami hambatan untuk berkembang menjadi kedua lobus ini, maka akan terjadi suatu kondisi yang disebut holoprosensefali (bahasa Inggris: holoprosencephaly).

Otak besar

Otak besar (bahasa Inggris: telencephalon, cerebrum) adalah bagian depan yang paling menonjol dari otak depan. Otak besar terdiri dari dua belahan, yaitu belahan kiri dan kanan. Setiap belahan mengatur dan melayani tubuh yang berlawanan, belahan kiri mengatur tubuh bagian kanan dan sebaliknya. Jika otak belahan kiri mengalami gangguan maka tubuh bagian kanan akan mengalami gangguan, bahkan kelumpuhan. Tiap belahan otak depan terbagi menjadi empat lobus yaitu frontal, pariental, okspital, dan temporal. Antara lobus frontal dan lobus pariental dipisahkan oleh sulkus sentralis atau celah Rolando.

Istilah telencephalon mengacu pada struktur embrio yang kemudian berkembang menjadi cerebrum:

* Dorsal telencephalon atau pallium berkembang menjadi cerebral cortex
* Ventral telencephalon atau sub-pallium berkembang menjadi basal ganglia.

Korteks otak besar

Korteks otak besar (bahasa Inggris: cerebral cortex, grey matter) merupakan lapisan tipis berwarna abu-abu yang terdiri dari 15 - 33 milyar neuron yang masing-masing tersambung ke sekitar 10.000 sinapsis, satu milimeter kubik terdapat kurang lebih satu milyar sinapsis. Komunikasi yang terjadi antar neuron dalam bentuk deret panjang pulsa sinyal yang disebut potensial aksi dimungkinkan melalui fiber protoplamik yang disebut akson yang dapat dikirimkan hingga ke bagian jauh dari otak atau tubuh untuk menemukan reseptor sel tertentu.

Terdapat enam lapisan korteks, neokorteks/isokorteks, arcikorteks, paleokorteks, allokorteks yang berlipat-lipat sehingga permukaanya menjadi lebih luas dengan ketebalan 2 hingga 4 mm. Lapisan korteks terdapat berbagai macam pusat saraf yang mengendalikan ingatan, perhatian, persepsi, pertimbangan, bahasa dan kesadaran.

Ganglia dasar


Ganglia dasar (bahasa Inggris: basal ganglia, white matter) merupakan lapisan yang berwarna putih. Lapisan dalam banyak mengandung serabut saraf, yaitu Dendrit dan Neurit

Otak besar merupakan pusat saraf utama, karena memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengaturan semua aktivitas tubuh, khususnya berkaitan dengan kepandaian (inteligensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Secara terperinci, aktivitas tersebut dikendalikan pada daerah yang berbeda. Di depan celah tengah (sulkus sentralis) terdapat daerah motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar. Bagian paling bawah pada korteks motor tersebut mempunyai hubungan dengan kemampuan bicara. Daerah Anterior pada lobus frontalis berhubungan dengan kemampuan berpikir. Di belakang (Posterior) sulkus entralis merupakan daerah sensori. Pada daerah ini berbagai sifat perasaan dirasakan kemudian ditafsirkan. Daerah pendengaran (auditori) terletak pada lobus temporal. Di daerah ini, kesan atau suara diterima dan diinterpretasikan. Daerah visual (penglihatan) terletak pada ujung lobus oksipital yang menerima bayangan dan selanjutnya bayangan itu ditafsirkan. Adapun pusat pengecapan dan pembau terletak di lobus temporal bagian ujung anterior.

Diensefalon


Diensefalon (bahasa Inggris: diencephalon, interbrain) adalah bagian otak yang terdiri dari:

* mid-diencephalic territory
o pretalamus / ventral talamus / subtalamus, terletak di bawah kelenjar hipotalamus. Nuklei berupa zona incerta, thalamic reticular nucleus, dan fields of Forel. Pretalamus terpola sinyal SHH (bahasa Inggris: sonic hedgehog homolog) dari ZLI dan setelah itu membuat koneksi yang berbeda-beda ke striatum (caudate nucleus dan putamen) dalam otak depan, ke talamus (gugus medial dan lateral nucleus) dalam otak kecil, dan ke red nucleus dan substantia nigra dalam otak tengah. Pretalamus ditengarai mempunyai andil dalam pengendalian pola konsumsi termasuk defecation dan copulation.
o zona limitan intratalamika (bahasa Inggris: zona limitans intrathalamica, ZLI) yang berfungsi sebagai pusat sinyal layaknya cerebrum dan sebagai pembatas antara talamus dan pretalamus.
o talamus / dorsal talamus yang berfungsi antara lain menghubungkan komunikasi antar belahan otak besar.
* hipotalamus, merupakan pusat pengendalian waktu biologis, suhu tubuh dan sekresi hormon dan fungsi biologis lain. Hipotalamus terletak di dasar otak depan.
* epitalamus
* pretektum

Otak tengah


Otak tengah (bahasa Inggris: mesencephalon) adalah bagian otak yang mempunyai struktur:

* tektum, terdiri dari 2 pasang colliculi yang disebut corpora quadrigemina:
o inferior colliculi, terlibat pada proses pendengaran. Sinyal yang diterima dari berbagai nukleus batang otak diproyeksikan menuju bagian dari talamus yang disebut medial geniculate nucleus untuk diteruskan menuju korteks pendengaran primer (bahasa Inggris: primary auditory cortex).
o superior colliculi, berperan sebagai awal proses visual dan pengendalian gerakan mata
* cerebral peduncle
o tegmentum adalah jaringan multi-sinapsis yang terlibat pada sistem homeostasis dan lintasan refleks.
o crus cerebri
o substantia nigra

Otak belakang

Otak belakang (bahasa Inggris: myelencephalon, metencephalon, rhombencephalon) meliputi jembatan Varol (bahasa Inggris: pons, pons Varolii), sumsum lanjutan (bahasa Inggris: medulla oblongata), dan otak kecil (bahasa Inggris: cerebellum). Ketiga bagian ini membentuk batang otak (bahasa Inggris: brainstem).

* Jembatan Varol berisi serabut saraf yang menghubungkan lobus kiri dan kanan otak kecil, serta menghubungkan otak kecil dengan korteks otak besar.

* Sumsum lanjutan membentuk bagian bawah batang otak serta menghubungkan jembatan pons dengan sumsum tulang belakang. Sekelompok neuron pada formasi retikular di dalam sumsum lanjutan berfungsi mengontrol sistem pernafasan, dan syaraf kranial yang berfungsi mengatur laju denyut jantung juga berada pada sumsum ini.[2] Selain itu juga berperan sebagai pusat pengatur refleks fisiologi, tekanan udara, suhu tubuh, pelebaran atau penyempitan pembuluh darah, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan. Fungsi lainnya ialah mengatur gerak refleks, seperti batuk, bersin, dan berkedip.

Otak Kecil


Otak kecil (bahasa Inggris: cerebellum) merupakan bagian terbesar otak belakang. Otak kecil ini terletak di bawa lobus oksipital serebrum. Otak kecil terdiri atas dua belahan dan permukaanya berlekuk-lekuk. Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar. Jika terjadi cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi, misalnya orang tersebut tidak mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
[sunting] Referensi

1. ^ Beatty, J. (2001) The Human Brain: Essentials of Behavioral Neuroscience. Thousand Oak, CA : Sage Publicaion
2. ^ (en) Medulla

. College of Science, University of Idaho. Diakses pada 28 Februari 2010

(Courtesy of Wikipedia Bahasa Indonesia)

Friday, 26 March 2010

Aktivasi Otak Tengah - GMC Depok

Setiap Orang Bisa Menjadi Genius

Sekarang setiap orang bisa menjadi genius.

Memperkenalkan “Pelatihan Otak Tengah

Apa yang kita bisa lihat saat ini adalah terobosan paling muthakhir dari penelitian otak manusia. Sebagaima kita ketahui bersama, bahwa hampir lebih dari 95% otak manusia tidak dipakai. Sebagian dari kita menggunakan tidak lebih dari 3% kemampuan otak manusia dan membawa 97% lainnya ke liang kubur. Menurut para ilmuwan, Eisntein (Sang Genius) sendiri, tidak menggunakan lebih dari 10% kemampuan otaknya.
Sesungguhnya kita semua bisa menjadi genius, bila saja kita tahu bagaimana mengaktifkan kemampuan otak kita yang sebagian besar masih dalam kondisi tertidur (sleeping mode).

Sejak tahun 2005, GMC telah menemuan metode ilmiah sehubungan dengan pengaktifan otak tengah manusia, yang memungkinkan seseorang dapat melihat dengan kedua mata tertutup menggunakan gelombang otak yang dikeluarkan oleh bagian otak manusia yang terkenal dengan istilah kedokteran sebagai mesencephalon.

Otak tengah yang merupakan jembatan bagi kedua buah otak manusia (kiri dan kanan), yang pada sebagian besar manusia berada pada posisi “sleeping mode” disebabkan salah beberapa hal seperti stress dan kesedihan. Setelah diaktifasi kekuatan otak manusia kembali utuh serta banyak potensi yang tersembunyi akan keluar begitu saja, dan dengan pelatihan yang konstan merupakan jalan tol menjadi genius.
Beberapa manfaat lain dari aktifasi otak tengah adalah sebagai berikut:
> Meningkatkan memory (belajar dalam waktu lebih singkat)
> Meningkatkan konsentrasi (lebih mudah berkonsentrasi)
> Meningkatkan kreatifitas (lebih inovatif)
> Mempertajam bakat (bakat lebih tajam)
> Meningkatkan kesehatan (hormon lebih seimbang)
> Meningkatkan keseimbangan penggunaan otak kiri dan kanan (karakter lebih seimbang)

Beberapa permasalahan mental akan berkurang sampai titik minimal setelah aktifasi otak tengah. Anak-anak yang mengalami masalah hiperaktif akan dapat duduk dengan lebih tenang, dan sebaliknya anak-anak yang cenderung pendiam akan menjadi lebih aktif.

Dewasa ini orang cenderung menjadi menjadi salah satu dari “dominan otak kiri” atau “dominan otak kanan”. Orang dengan dominan otak kiri, biasanya dikontrol lebih banyak oleh otak kirinya. Kemampuan otak kanannya cenderung menjadi tersisihkan, dan semakin tidak berkembang. Sebaliknya orang yang dominan otak kanan cenderung kemampuan otak kirinya terkalahkan dan semakin tidak digunakan semakin tidak berkembang.

Orang yang telah diaktifasi otak tengahnya, tidak lagi menjadi dominan otak kiri atau kanan, melainkan dominan otak tengah. Otak tengah ini akan menjadi kapten bagi kedua otak lainnya (kiri dan kanan) yang bisa mengontrol kemampuan kedua otak manusia sekaligus. Dan hanya mereka yang dominan otak tengahnyalah yang bisa menggunakan dan mengontrol kedua otak sekaligus

Pakar Midbrain dari Jepang Prof. Makota Sichida menegaskan bahwa “Otak tengah adalah jembatan bagi otak kiri dan otak kanan manusia. Jika ingin menggunakan kemampuan kedua otak sekaligus (kiri dan kanan) maka otak tengah harus diaktifasi terlebih dahulu”
Banyak orang tua merasa frustasi karena anaknya tidak bisa duduk diam, sementara orang dewasa merasa frustasi karena mereka tidak bisa seaktif anak-anaknya. Kita tahu bahwa akar permasalahannya adalah pada fungsi otak kita. Jika seseorang adalah dominan otak kanan, maka ia tidak akan bisa duduk diam untuk waktu yang lama, demikian pula sebaliknya. Kita tidak bisa mengontrol kedua otak kita, kiri dan kanan sekaligus, kecuali kita adalah dominan otak tengah.

Masyarakat Indonesia saat ini cenderung lebih dominan otak kiri; penuh perhitungan, pencemburu; penuh kebencian, karakter seperti itu mendominasi karena, otak kanan yang seharusnya dipenuhi dengan cinta kasih; intuitif, dan inovatif telah tertekan dan terkalahkan. Keinginan untuk melihat masyarakat yang pandai namun penuh cinta kasih sangat mungkin terwujud jika otak tengah mendominasi. Kita semua berharap bisa melihat perubahan ketika otak kita seutuhnya bisa berfungsi sepenuhnya.

Marilah kita hendaknya jangan dibutakan oleh “dana” yang harus kita keluarkan sebagai usaha kita, orang tua, mendidik dan melatih anak-anak kita. Marilah kita lihat pada manfaat jangka panjang yang sungguh di luar apa yang dapat kita bayangkan. GMC benar-benar sebuah pelatihan yang jangan sampai anak-anak kita ketinggalan.

Melihat dengan kedua mata tertutup (blindfold) bukanlah tujuan pelatihan ini. Blindfold hanyalah satu dari indikasi yang bisa kita lihat ketika otak tengah anak telah teraktifasi. Gelap akan membantu anak-anak kita untuk lebih bisa berkonsentrasi, sebagaimaan para pakar mengatakan bahwa otak kita berhungsi secara berbeda dalam kegelapan.

Tidak ada efek samping yang perlu dikhawatirkan orang tua, karena GMC tidak menggunakan obat-obatan di dalam pelatihannya. GMC juga tidak menggunakan salah satu metode yang berdasarkan pada agama tertentu. GMC sangat natural dan sangat ilmiah, serta dapat dijelaskan secara medis.

Ribuan orang telah mengitkuti program aktifasi otak tengah dengan berbagai metode lainnya di berbagai negara. Di Rusia perlu makan waktu satu tahun bagi seorang siswa untuk mampu melakukan aksi blindfold. Di Jepang, sedikitnya perlu waktu tiga bulan untuk melakukannya. Di Indonesia (sebagaimana juga di berbagai negara lainnya seperti Singpore, Thailand, Malaysia, dll) siswa-siswa GMC hanya perlu waktu 1.5 hari saja (12 jam)

Saat ini metode GMC menempati sukses tertinggi di dalam penyebaran pasar internasional.

Selain kemampuan dengan mata tertutup mampu melakukan berbagai aktifitas, peserta pelatihan GMC juga dengan pelatihan yang konstan akan mampu melakukan banyak hal seperti melihat dengan sentuhan, atau terkenal dengan istilah “skin vision”. Sebagian anak lainnya yang telah teraktifasi otak tengahnya mampu melihat kartu secara detail dengan penciumannya atau pendengarannya. Sebagian lainnya mengatakan mereka mampu melihat, menulis, membaca, dan mewarnai di dalam kegelapan total.

Sekarang setiap anak kita bisa hidup SANGAT NORMAL setelah otak tengah mereka diaktifasi. Sesungguhnya otak manusia demikian hebatnya. Apa yang barusan digambarkan di atas hanyalah seperti sebongkah batu es di permukaan kutub utara, sebagian besar lainnya tidak terlihat dan masih tersembunyi. (Courtesy of GMC Indonesia)

Thursday, 25 March 2010

NOW EVERY ONE CAN BE A GENIUS


INTRODUCTION TO MIDBRAIN ACTIVATION
By David Ting

What we see today is a major breakthrough in brain research. Most of us know that 95% of the human brain is not used. According to scientists, Einstein used about 10% of his brain and he was a genius. All of us can become a genius if we know how to stimulate our brain.

Since 2005, GMC has invented a scientific approach to midbrain activation. After the activation, a person can see blindfolded by using the brainwaves emitted from the part of the brain known medically as mesencephalon. It is the bridge between the left and right brain. It is in the sleeping mode due to stress and sadness. After activation, the brain power is restored and many hidden potentials will be unleashed, if constantly practiced, is the pathway to be a genius. Some of the benefits are as follow:-
Improves memory [LEARN MORE IN SHORTER TIME]
Improves concentration. [MORE RECEPTIVE]
Improves creativity. [MORE INNOVATIVE]
Improves sports. [MORE TALENTED]
Balance hormone [MORE HEALTHY].
Balance use of right and left brain. [BALANCE CHARACTER]

Mental problems will be reduced to the minimal after the midbrain activation. The hyperactive will be able to sit still, those who are still can become more active. Instead of being right brain dominant or left brain dominant, a person becomes midbrain dominant. He/she is no longer controlled by the left or right brain anymore. The midbrain becomes the captain of the left and right brain. Only those who are midbrain dominant can control the left and right brain. Many parents are frustrated when they are not able to make their children to sit still. Adults are frustrated why we are not able to be active like the children! We know now that the root problem is in the way our brain functions. If a person is right brain dominant, he is not able to sit down for long and vice versa. We have no control over our left or right brain unless we are midbrain dominant.

Our society is dominated by the left brain - calculative, jealous and full of hatred. Such character dominates because the right brain – loving, intuitive, innovative is oppressed. Our desire to see a society that is intelligent and loving is possible when the midbrain dominates. We expect to see changes when the brain functions properly.

Lets us not be blinded by the fees and efforts we have to put in to train our children. Let us look at the long term benefits that are beyond imagination. This is definitely a course that your child cannot afford to miss! We conduct the course in different languages.

Blindfold is not our goal but it is one of the many indications that the midbrain has been activated. Darkness helps a person to concentrate and scientists will tell you that our brain functions differently when in the dark. There is no side effect because GMC does not use pills. Our method is not based on any religion. It is natural and scientific and medically explainable. Thousands of students have gone through the midbrain activation course. In Russia, it takes one year training to be able to see blindfolded. In Japan, at least three months but in Malaysia, it takes about two days only. So far, GMC method has the highest rate of success and we are spreading into the international market!

We are not the third eye mentioned elsewhere. After the midbrain activation, a person can "see" by touch. This is known as SKIN VISION. Some people can "see" by using the ears! There are yet others that can "see" by smelling. It is impossible for us to known the details in a card by smelling or hearing while blindfolded and eyes closed. Many midbrain activated people can "see" in the dark. They can write, read and do coloring in total darkness.

Now everyone can live a NORMAL LIFE after the midbrain activation. Our human brain is actually very powerful. What we see is just the tip of an iceberg...we have yet to see more hidden potentials in years to come!

Monday, 22 March 2010

AKTIVASI OTAK TENGAH


Otak tengah adalah suatu bagian dari otak yang paling rumit fungsi dan rangkaiannya. Otak ini berfungsi sebagai ‘master controller’. Kegunaannya secara garis besar adalah mengontol kegiatan otak kanan dan kiri. Otak tengah manusia mempunyai disain awal aktif. Otak ini menjadi tidak aktif karena pengaruh kebudayaan manusia dan pikiran logika. Binatang tidak mempunyai logika, sehingga menggunakan otak tengah dengan intensitas yang cukup tinggi. Setelah otak tengah akan diaktivasi, maka seluruh bagian otak (otak kanan dan kiri) akan diatur untuk bekerja sama. Seorang anak dengan otak tengah yang aktif akan mempergunakan kedua belah otak tersebut dengan lebih baik dan menyeluruh. Akibat yang diharapkan dengan aktifnya otak tengah adalah :
  • Konsentrasi yang lebih baik (karena melibatkan lebih banyak bagian otak)
  • Daya Ingat yang meningkat (penyelidikan dari Jepang menyatakan, secara teori memori meningkat 1 juta kali)
  • Tingkat kestabilan emosi yang lebih baik / stabil
  • Pengaturan hormon lebih baik (karena otak tengah adalah bagian otak untuk regulasi hormon)
  • Pengontrolan daya kinetik (gerakan) lebih baik
  • Daya tangkap yang lebih tinggi (karena untuk mengerti sesuatu, anak dapat menggunakan kedua belah otak, bukan hanya logika saja)
  • Loving Intelligence yang lebih tinggi (kecenderungan kuat untuk mengasihi orang lain, termasuk orang tua. kemampuan ini juga yang mengarahkan anak untuk menggunakan kemampuannya untuk kebaikan)
Pada training aktivasi, dilakukan aktivasi awal dari otak tengah anak. Tanda bahwa otak tengah sudah aktif adalah kemampuan melihat dengan mata tertutup. Hal ini bisa terjadi karena otak tengah menjadi aktif dan mengeluarkan gelombang otak dengan intensitas yang lebih tinggi dari sebelumnya. Gelombang otak ini terpancar keluar, memantul, lalu ditangkap lagi oleh berbagai indera anak, termasuk tangan, hidung, telinga, juga oleh otak tengah itu sendiri. Gelombang otak ini yang dapat berjalan menembus bebagai media (termasuk tembok), seperti layaknya gelombang suara. Jadi kemampuan dengan dengan mata tertutup adalah sekedar tanda bahwa otak tengah sudah aktif. kemampuan tersebut bukanlah kemampuan yang dikejar secara khusus. Bagaimana kemampuan otak tengah selanjutnya tergantung latihan si anak. Otak tengah yang telah aktif justru akan membuat anak lebih ‘baik’. mereka tidak memiliki kecenderungan untuk berbuat curang. Banyak cerita dari anak-anak yang telah diaktivasi, mereka menjadi lebih memperhatikan orang lain, bukan hanya dirinya sendiri. (kutipan - Hartono Sangkanparan)