Tuesday, 27 April 2010

DAHSYATNYA OTAK TENGAH


Selama ini kita hanya berbicara otak kanan dan otak kiri yang kerja nya agak berlawanan yang satu mengarah ke logika dan satunya lagi ke rasa. Kita jarang membahas otak tengah yang kalau kita manfaatkan justru dampaknya sama dahsyatnya jika kedua belahan otak kiri dan kanan bekerja sinergis. Perkembangan otak tengah (mesencephalon) mengalami perkembangan yang pesat saat pembentukan janin. Pada fase awal, otak tengah bayi lebih dominan, sehingga sering disebut kalau bayi itu jenius. Namun dalam pertambahan umur, otak tengah ini menjadi kurang aktif. Dalam perkembangan lebih lanjut, otak manusia lebi didominasi satu dari bagian otak, kiri atau kanan.
Secara umum, otak tengah berfungsi sebagai super controller yang dapat mengatur keseimbangan kinerja otak kanan dan otak kiri. Namun kenyataannya, setelah fase dewasa kebanyakan orang otak tengahnya tertidur (tidak aktif). Padahal otak tengah dapat meningkatkan daya ingat, daya tangkap dan konesntrasi seseorang. Jika otak tengah seseorang aktif, keseimbangan kinerja otak kanan dan otak kiri dapat tercapai dan akan berpengaruh pada kemampuan mental dan karakter seseorang menjadi lebih baik/lebih tenang. Karena otak tengah ini akan menstabilkan emosi seseorang, membantu dan menjaga produksi hormon tubuh, daya tahan tubuh lebih baik sehingga tidak mudah sakit dan perasaan selalu santai dan senang.
Bagaimana cara mengaktivasi otak tengah kita ? ini pertanyaan menarik, karena kalau otak tengah dapat diaktifkan maka banyak hal dapat dilakukan antara lain dapat melakukan sesuatu dengan mata tertutup sama baiknya ketika melihat langsung misalnya mewarnai gambar dengan mata tertutup. Selain itu, keseimbangan tubuh akan lebih baik, bahkan anak mampu bersepeda dengan mata tertutup demikian menembak dan meniti titian.
Jepang telah melakukan aktivasi otak tengah siswa-siswinya 40 tahun yang lalu, Malaysia 5 tahun yang lalu, sementara di Indonesia kita baru mulai membicarakannya dan akan melakukan. Salah satu cara aktivasi otak tengah dikembangkan oleh GMC (Genius Mind Consultancy) dengan metode mutakhir yang dilakukan dengan bantuan komputer. Cara ini diklaim mampu mengaktifkan otak tengah anak mulai umur 5 sampai 15 tahun dengan tingkat keberhasilan metode ini 90 %. 

Sunday, 18 April 2010

"KEAJAIBAN OTAK TENGAH" di majalah.tempointeraktif.com (12 April 2010)


  • Keajaiban Otak Tengah

    Kurnia Puspitasari, 16 tahun, buta sejak tiga tahun silam gara-gara kelenjar getah bening dan tumor otak menekan saraf mata. Sudah dirawat di rumah sakit, dan dokter menjanjikan Kurnia bisa melihat kembali berangsur-angsur dalam enam bulan. "Tapi sampai sekarang belum bisa melihat juga," kata Djamad, ayah Kurnia.
    Siswa kelas dua SMP itu merasa putus asa dan malu, serta tak bisa sekolah. Namun, setelah mengikuti pelatihan aktivasi otak tengah selama satu setengah hari di Genius Mind Consultancy (GMC) Serpong, Banten, Minggu pekan lalu, Kurnia bisa menyebut warna kartu remi. "Mudah-mudahan dengan pelatihan lanjutan dia bisa membaca, tumbuh percaya dirinya, dan bisa sekolah lagi," Djamad berharap.
    Keajaiban tidak hanya terjadi pada Kurnia. Sebanyak 21 anak lain juga bisa menebak warna, angka, bahkan membaca pesan pendek di telepon seluler dengan mata ditutup kain. Heszkya Prastiowati Kristianto, siswa kelas satu sekolah dasar di Ciledug, Tangerang, memperagakan membaca pesan pendek hanya dengan meraba layar telepon seluler dengan jarinya. "Saya takjub. Mudah-mudahan berguna saat meng-ikuti pelajaran di sekolahnya," ujar Happy Kristianto, ayahnya.
    Muhammad, 12 tahun, salah seorang peserta pelatihan, mengakui bisa membedakan warna kartu dengan cara menghidu. "Warna merah baunya lebih- menyengat, sedangkan hitam kurang ada baunya," katanya. Siswa kelas enam SD di Depok itu juga bisa menebak angka dalam kartu uno. "Saat diraba, kartu-kartu itu ada titik terang dalam otakku, muncul warna dan angka-angka itu."
    Orang tua peserta pelatihan aktivasi otak tengah benar-benar dibuat keheranan dengan kemampuan anak-anaknya. Peserta yang berusia 7-13 tahun tampak berlaku aneh mencium, meraba-raba, mendengar, atau menggosok-gosokkan kartu untuk menebak warna dan angka kartu remi atau uno. Hampir semua anak bisa menebak warna atau angka kartu-kartu itu, walaupun matanya ditutup kain merah tak tembus pandang. "Membaca dengan mata tertutup hanya satu cara untuk membuktikan otak tengah anak telah diaktifkan," ujar dokter Hendryk Timur, master -peng-aktifan otak tengah GMC Serpong.
    Manfaat lain aktifnya otak tengah, anak akan memiliki akses yang mudah ke otak kiri dan kanan. Sehingga mereka lebih mudah belajar, membaca, dan menghafal benda-benda lebih cepat. Konsentrasi, daya ingat, kreativitas, dan karakter yang positif pun turut berkembang. "Anak akan lebih termotivasi," kata Hendryk.
    Menurut dokter ahli saraf Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Silvia F. Lumempow, teori penggunaan otak tengah banyak dilakukan di Rusia, dan mulai berkembang di Jepang sejak 40 tahun silam. Latihan ini dipraktekkan di Malaysia sejak lima tahun lalu, dan masuk Indonesia menjelang akhir 2009. Pelatihan pertama di Batam, lalu Bandung, Cirebon, Tangerang, dan kota-kota lainnya. "Kami berhasil mendapatkan franchise sejak November lalu," kata Djoni Tjiawi, ahli aktivasi otak tengah di Tangerang.
    Di dunia kedokteran, menurut dokter ahli saraf lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Vivien Puspitasari, istilah otak tengah atau midbrain sudah dikenal sejak ditemukannya ilmu anatomi sistem saraf. Otak manusia dibagi menjadi tiga bagian besar berdasarkan perkembangannya sejak masih janin dalam kandungan, yaitu prosencephalon (otak depan), rhom-bencephalon (otak belakang), dan me-sencephalon (otak tengah).
    Jadi, yang disebut otak tengah adalah bagian dari otak manusia yang letaknya antara otak depan dan otak belakang. Otak tengah tersusun dari inti sel saraf dan serabut saraf yang memiliki beberapa fungsi khusus. Bagian ini ibarat saluran atau lorong yang diapit kedua bagian otak itu. "Otak tengah itu bagai jembatan di kedua otak itu," ujar Hendryk.
    Otak tengah, menurut dokter yang kini bertugas di Rumah Sakit Siloam Tangerang itu, mengandung inti sel saraf kranial III dan IV, yang berfungsi menggerakkan otot-otot mata ke arah vertikal. Selain itu, otak tengah mengandung serabut saraf formatio reticularis, yang bertanggung jawab mempertahankan kesadaran. "Mengandung serabut saraf sensorik maupun motorik yang menghantarkan sinyal dari otak bagian distal menuju otak depan atau sebaliknya," katanya. Yang lebih penting, otak tengah mengandung inti sel substansia nigra, yang menghasilkan zat dopamin, yang berperan dalam sistem gerakan tubuh.
    Menurut Vivien, istilah aktivasi otak tengah baru beberapa tahun terakhir ramai diperbincangkan. Menurut penyelenggara pelatihan, aktivasi otak tengah yang terbaik dilakukan pada anak usia 5-15 tahun. "Metode aktivasi otak tengah yang katanya mampu -meng-ubah anak menjadi jenius perlu disikapi dengan hati-hati dan bijaksana. Sampai saat ini di bidang kedokteran belum ada bukti ilmiah kuat yang mendukung keefektifan dan dampak metode ini terhadap kemampuan kognitif anak," ujar Vivien.
    Menurut dokter Silvia, aktivasi otak tengah adalah suatu penemuan fenomenal dalam pendidikan anak. "Para ahli neuroscience sedang meneliti fenomena ini," katanya.
    Namun kemampuan kognitif anak, menurut Vivien, tidak hanya ditentukan aktivasi otak tengah. Kemampuan belajar itu melibatkan semua komponen otak, baik otak depan dengan kedua belahan otaknya (kanan dan kiri), otak kecil, maupun komponen otak lainnya. "Semuanya perlu distimulasi secara seimbang dan terus-menerus untuk menghasilkan kemampuan kognitif yang optimal. Jadi, tidak bisa dalam waktu singkat."
    Banyak faktor yang menentukan kemampuan berpikir seseorang seperti keturunan, lingkungan keluarga, tempat tinggal, pendidikan, dan jenis stimulasi yang diterima. "Jika ada yang mengatakan dengan aktivasi otak tengah saja seseorang bisa membedakan warna, mengetahui huruf atau angka, membaca dengan mata tertutup, atau bisa membuat semua anggota tubuh lebih sensitif, secara medis belum ada bukti ilmiah dan penjelasannya," kata Vivien.
    Sebelum menyatakan suatu metode efektif dan berguna, menurut Vivien, diperlukan penelitian ilmiah. Yang terbaik adalah penelitian Rrandomized Control Trial yang multisenter, sehingga dapat disimpulkan manfaat atau efek positif antara sebelum dan sesudah menggunakan metode tersebut. "Sebelum ada hasil penelitian yang mendukung, belum diketahui efektivitas dan kegunaan dari metode tersebut."
    Dokter Vivien boleh skeptis. Tapi, selama dua hari pelatihan aktivasi otak tengah, 21 anak usia 7-13 tahun dan seorang tunanetra berusia 16 tahun bisa menebak warna dan angka pada kartu dengan mata tertutup. Dokter Hendryk juga tak membantah, soal faktor keluarga, lingkungan, dan stimulasi lain turut menentukan kemampuan berpikir. "Jika aktivasi otak tengah diikuti penunjang lainnya, bisa lebih dahsyat hasilnya," ujarnya.

    Ahmad Taufik
    Susunan Otak
    Prosencephalon (forebrain), disebut juga otak bagian depan, merupakan bagian otak terbesar, terdiri atas kedua belahan otak atau hemisfer kiri dan kanan, talamus dan hipotalamus.
    - Rhombencephalon (hindbrain), disebut juga otak belakang, terdiri atas pons, medulla oblongata, dan serebelum (otak kecil).
    - Mesencephalon (midbrain), disebut juga otak tengah, ukurannya kecil, menghubungkan otak depan (forebrain) dan otak belakang (hindbrain).
    Cara Mengaktifkan Otak Tengah
    1. Anak diajak bermain-main, bersenang-senang sehingga santai, masuk ke gelombang alfa.
    2. Mendengarkan gelombang suara mulai suara ombak sampai suara helikopter, sekitar 85 desibel, selama empat menit. Untuk stimulasi otak tengah.
    3. Setelah aktif, diperlukan sebulan bimbingan orang tua di rumah, 15 menit setiap hari, untuk membuat otak tengah stabil dan bertambah kinclong.

    (Sumber : http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/04/12/KSH/mbm.20100412.KSH133222.id.html)

Monday, 12 April 2010

It's All About Brain - Midbrain


Otak (bahasa Inggris: encephalon) adalah pusat sistem saraf (bahasa Inggris: central nervous system, CNS) pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya.

Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

Otak terbentuk dari dua jenis sel: glia dan neuron. Glia berfungsi untuk menunjang dan melindungi neuron, sedangkan neuron membawa informasi dalam bentuk pulsa listrik yang di kenal sebagai potensial aksi. Mereka berkomunikasi dengan neuron yang lain dan keseluruh tubuh dengan mengirimkan berbagai macam bahan kimia yang disebut neurotransmitter . Neurotransmitter ini dikirimkan pada celah yang di kenal sebagi sinapsis. Avertebrata seperti serangga mungkin mempunyai jutaan neuron pada otaknya, vertebrata besar bisa mempunyai hingga seratus milyar neuron.

Otak manusia [1] adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf didalamnya dipercayai dapat mempengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak mempengaruhi perkembangan psikologi kognitif.

Bagian otak manusia

Pada anatomi otak vertebrata, otak depan (bahasa Inggris: prosencephalon, forebrain) adalah bagian atas dari otak. Pada tahap perkembangan sistem saraf pusat (bahasa Inggris: five-vesicle stage), otak depan berkembang dan memisahkan diri menjadi otak besar dan diensefalon. Jika pada masa embrio, otak depan mengalami hambatan untuk berkembang menjadi kedua lobus ini, maka akan terjadi suatu kondisi yang disebut holoprosensefali (bahasa Inggris: holoprosencephaly).

Otak besar

Otak besar (bahasa Inggris: telencephalon, cerebrum) adalah bagian depan yang paling menonjol dari otak depan. Otak besar terdiri dari dua belahan, yaitu belahan kiri dan kanan. Setiap belahan mengatur dan melayani tubuh yang berlawanan, belahan kiri mengatur tubuh bagian kanan dan sebaliknya. Jika otak belahan kiri mengalami gangguan maka tubuh bagian kanan akan mengalami gangguan, bahkan kelumpuhan. Tiap belahan otak depan terbagi menjadi empat lobus yaitu frontal, pariental, okspital, dan temporal. Antara lobus frontal dan lobus pariental dipisahkan oleh sulkus sentralis atau celah Rolando.

Istilah telencephalon mengacu pada struktur embrio yang kemudian berkembang menjadi cerebrum:

* Dorsal telencephalon atau pallium berkembang menjadi cerebral cortex
* Ventral telencephalon atau sub-pallium berkembang menjadi basal ganglia.

Korteks otak besar

Korteks otak besar (bahasa Inggris: cerebral cortex, grey matter) merupakan lapisan tipis berwarna abu-abu yang terdiri dari 15 - 33 milyar neuron yang masing-masing tersambung ke sekitar 10.000 sinapsis, satu milimeter kubik terdapat kurang lebih satu milyar sinapsis. Komunikasi yang terjadi antar neuron dalam bentuk deret panjang pulsa sinyal yang disebut potensial aksi dimungkinkan melalui fiber protoplamik yang disebut akson yang dapat dikirimkan hingga ke bagian jauh dari otak atau tubuh untuk menemukan reseptor sel tertentu.

Terdapat enam lapisan korteks, neokorteks/isokorteks, arcikorteks, paleokorteks, allokorteks yang berlipat-lipat sehingga permukaanya menjadi lebih luas dengan ketebalan 2 hingga 4 mm. Lapisan korteks terdapat berbagai macam pusat saraf yang mengendalikan ingatan, perhatian, persepsi, pertimbangan, bahasa dan kesadaran.

Ganglia dasar


Ganglia dasar (bahasa Inggris: basal ganglia, white matter) merupakan lapisan yang berwarna putih. Lapisan dalam banyak mengandung serabut saraf, yaitu Dendrit dan Neurit

Otak besar merupakan pusat saraf utama, karena memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengaturan semua aktivitas tubuh, khususnya berkaitan dengan kepandaian (inteligensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Secara terperinci, aktivitas tersebut dikendalikan pada daerah yang berbeda. Di depan celah tengah (sulkus sentralis) terdapat daerah motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar. Bagian paling bawah pada korteks motor tersebut mempunyai hubungan dengan kemampuan bicara. Daerah Anterior pada lobus frontalis berhubungan dengan kemampuan berpikir. Di belakang (Posterior) sulkus entralis merupakan daerah sensori. Pada daerah ini berbagai sifat perasaan dirasakan kemudian ditafsirkan. Daerah pendengaran (auditori) terletak pada lobus temporal. Di daerah ini, kesan atau suara diterima dan diinterpretasikan. Daerah visual (penglihatan) terletak pada ujung lobus oksipital yang menerima bayangan dan selanjutnya bayangan itu ditafsirkan. Adapun pusat pengecapan dan pembau terletak di lobus temporal bagian ujung anterior.

Diensefalon


Diensefalon (bahasa Inggris: diencephalon, interbrain) adalah bagian otak yang terdiri dari:

* mid-diencephalic territory
o pretalamus / ventral talamus / subtalamus, terletak di bawah kelenjar hipotalamus. Nuklei berupa zona incerta, thalamic reticular nucleus, dan fields of Forel. Pretalamus terpola sinyal SHH (bahasa Inggris: sonic hedgehog homolog) dari ZLI dan setelah itu membuat koneksi yang berbeda-beda ke striatum (caudate nucleus dan putamen) dalam otak depan, ke talamus (gugus medial dan lateral nucleus) dalam otak kecil, dan ke red nucleus dan substantia nigra dalam otak tengah. Pretalamus ditengarai mempunyai andil dalam pengendalian pola konsumsi termasuk defecation dan copulation.
o zona limitan intratalamika (bahasa Inggris: zona limitans intrathalamica, ZLI) yang berfungsi sebagai pusat sinyal layaknya cerebrum dan sebagai pembatas antara talamus dan pretalamus.
o talamus / dorsal talamus yang berfungsi antara lain menghubungkan komunikasi antar belahan otak besar.
* hipotalamus, merupakan pusat pengendalian waktu biologis, suhu tubuh dan sekresi hormon dan fungsi biologis lain. Hipotalamus terletak di dasar otak depan.
* epitalamus
* pretektum

Otak tengah


Otak tengah (bahasa Inggris: mesencephalon) adalah bagian otak yang mempunyai struktur:

* tektum, terdiri dari 2 pasang colliculi yang disebut corpora quadrigemina:
o inferior colliculi, terlibat pada proses pendengaran. Sinyal yang diterima dari berbagai nukleus batang otak diproyeksikan menuju bagian dari talamus yang disebut medial geniculate nucleus untuk diteruskan menuju korteks pendengaran primer (bahasa Inggris: primary auditory cortex).
o superior colliculi, berperan sebagai awal proses visual dan pengendalian gerakan mata
* cerebral peduncle
o tegmentum adalah jaringan multi-sinapsis yang terlibat pada sistem homeostasis dan lintasan refleks.
o crus cerebri
o substantia nigra

Otak belakang

Otak belakang (bahasa Inggris: myelencephalon, metencephalon, rhombencephalon) meliputi jembatan Varol (bahasa Inggris: pons, pons Varolii), sumsum lanjutan (bahasa Inggris: medulla oblongata), dan otak kecil (bahasa Inggris: cerebellum). Ketiga bagian ini membentuk batang otak (bahasa Inggris: brainstem).

* Jembatan Varol berisi serabut saraf yang menghubungkan lobus kiri dan kanan otak kecil, serta menghubungkan otak kecil dengan korteks otak besar.

* Sumsum lanjutan membentuk bagian bawah batang otak serta menghubungkan jembatan pons dengan sumsum tulang belakang. Sekelompok neuron pada formasi retikular di dalam sumsum lanjutan berfungsi mengontrol sistem pernafasan, dan syaraf kranial yang berfungsi mengatur laju denyut jantung juga berada pada sumsum ini.[2] Selain itu juga berperan sebagai pusat pengatur refleks fisiologi, tekanan udara, suhu tubuh, pelebaran atau penyempitan pembuluh darah, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan. Fungsi lainnya ialah mengatur gerak refleks, seperti batuk, bersin, dan berkedip.

Otak Kecil


Otak kecil (bahasa Inggris: cerebellum) merupakan bagian terbesar otak belakang. Otak kecil ini terletak di bawa lobus oksipital serebrum. Otak kecil terdiri atas dua belahan dan permukaanya berlekuk-lekuk. Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar. Jika terjadi cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi, misalnya orang tersebut tidak mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
[sunting] Referensi

1. ^ Beatty, J. (2001) The Human Brain: Essentials of Behavioral Neuroscience. Thousand Oak, CA : Sage Publicaion
2. ^ (en) Medulla

. College of Science, University of Idaho. Diakses pada 28 Februari 2010

(Courtesy of Wikipedia Bahasa Indonesia)

Friday, 26 March 2010

Aktivasi Otak Tengah - GMC Depok

Setiap Orang Bisa Menjadi Genius

Sekarang setiap orang bisa menjadi genius.

Memperkenalkan “Pelatihan Otak Tengah

Apa yang kita bisa lihat saat ini adalah terobosan paling muthakhir dari penelitian otak manusia. Sebagaima kita ketahui bersama, bahwa hampir lebih dari 95% otak manusia tidak dipakai. Sebagian dari kita menggunakan tidak lebih dari 3% kemampuan otak manusia dan membawa 97% lainnya ke liang kubur. Menurut para ilmuwan, Eisntein (Sang Genius) sendiri, tidak menggunakan lebih dari 10% kemampuan otaknya.
Sesungguhnya kita semua bisa menjadi genius, bila saja kita tahu bagaimana mengaktifkan kemampuan otak kita yang sebagian besar masih dalam kondisi tertidur (sleeping mode).

Sejak tahun 2005, GMC telah menemuan metode ilmiah sehubungan dengan pengaktifan otak tengah manusia, yang memungkinkan seseorang dapat melihat dengan kedua mata tertutup menggunakan gelombang otak yang dikeluarkan oleh bagian otak manusia yang terkenal dengan istilah kedokteran sebagai mesencephalon.

Otak tengah yang merupakan jembatan bagi kedua buah otak manusia (kiri dan kanan), yang pada sebagian besar manusia berada pada posisi “sleeping mode” disebabkan salah beberapa hal seperti stress dan kesedihan. Setelah diaktifasi kekuatan otak manusia kembali utuh serta banyak potensi yang tersembunyi akan keluar begitu saja, dan dengan pelatihan yang konstan merupakan jalan tol menjadi genius.
Beberapa manfaat lain dari aktifasi otak tengah adalah sebagai berikut:
> Meningkatkan memory (belajar dalam waktu lebih singkat)
> Meningkatkan konsentrasi (lebih mudah berkonsentrasi)
> Meningkatkan kreatifitas (lebih inovatif)
> Mempertajam bakat (bakat lebih tajam)
> Meningkatkan kesehatan (hormon lebih seimbang)
> Meningkatkan keseimbangan penggunaan otak kiri dan kanan (karakter lebih seimbang)

Beberapa permasalahan mental akan berkurang sampai titik minimal setelah aktifasi otak tengah. Anak-anak yang mengalami masalah hiperaktif akan dapat duduk dengan lebih tenang, dan sebaliknya anak-anak yang cenderung pendiam akan menjadi lebih aktif.

Dewasa ini orang cenderung menjadi menjadi salah satu dari “dominan otak kiri” atau “dominan otak kanan”. Orang dengan dominan otak kiri, biasanya dikontrol lebih banyak oleh otak kirinya. Kemampuan otak kanannya cenderung menjadi tersisihkan, dan semakin tidak berkembang. Sebaliknya orang yang dominan otak kanan cenderung kemampuan otak kirinya terkalahkan dan semakin tidak digunakan semakin tidak berkembang.

Orang yang telah diaktifasi otak tengahnya, tidak lagi menjadi dominan otak kiri atau kanan, melainkan dominan otak tengah. Otak tengah ini akan menjadi kapten bagi kedua otak lainnya (kiri dan kanan) yang bisa mengontrol kemampuan kedua otak manusia sekaligus. Dan hanya mereka yang dominan otak tengahnyalah yang bisa menggunakan dan mengontrol kedua otak sekaligus

Pakar Midbrain dari Jepang Prof. Makota Sichida menegaskan bahwa “Otak tengah adalah jembatan bagi otak kiri dan otak kanan manusia. Jika ingin menggunakan kemampuan kedua otak sekaligus (kiri dan kanan) maka otak tengah harus diaktifasi terlebih dahulu”
Banyak orang tua merasa frustasi karena anaknya tidak bisa duduk diam, sementara orang dewasa merasa frustasi karena mereka tidak bisa seaktif anak-anaknya. Kita tahu bahwa akar permasalahannya adalah pada fungsi otak kita. Jika seseorang adalah dominan otak kanan, maka ia tidak akan bisa duduk diam untuk waktu yang lama, demikian pula sebaliknya. Kita tidak bisa mengontrol kedua otak kita, kiri dan kanan sekaligus, kecuali kita adalah dominan otak tengah.

Masyarakat Indonesia saat ini cenderung lebih dominan otak kiri; penuh perhitungan, pencemburu; penuh kebencian, karakter seperti itu mendominasi karena, otak kanan yang seharusnya dipenuhi dengan cinta kasih; intuitif, dan inovatif telah tertekan dan terkalahkan. Keinginan untuk melihat masyarakat yang pandai namun penuh cinta kasih sangat mungkin terwujud jika otak tengah mendominasi. Kita semua berharap bisa melihat perubahan ketika otak kita seutuhnya bisa berfungsi sepenuhnya.

Marilah kita hendaknya jangan dibutakan oleh “dana” yang harus kita keluarkan sebagai usaha kita, orang tua, mendidik dan melatih anak-anak kita. Marilah kita lihat pada manfaat jangka panjang yang sungguh di luar apa yang dapat kita bayangkan. GMC benar-benar sebuah pelatihan yang jangan sampai anak-anak kita ketinggalan.

Melihat dengan kedua mata tertutup (blindfold) bukanlah tujuan pelatihan ini. Blindfold hanyalah satu dari indikasi yang bisa kita lihat ketika otak tengah anak telah teraktifasi. Gelap akan membantu anak-anak kita untuk lebih bisa berkonsentrasi, sebagaimaan para pakar mengatakan bahwa otak kita berhungsi secara berbeda dalam kegelapan.

Tidak ada efek samping yang perlu dikhawatirkan orang tua, karena GMC tidak menggunakan obat-obatan di dalam pelatihannya. GMC juga tidak menggunakan salah satu metode yang berdasarkan pada agama tertentu. GMC sangat natural dan sangat ilmiah, serta dapat dijelaskan secara medis.

Ribuan orang telah mengitkuti program aktifasi otak tengah dengan berbagai metode lainnya di berbagai negara. Di Rusia perlu makan waktu satu tahun bagi seorang siswa untuk mampu melakukan aksi blindfold. Di Jepang, sedikitnya perlu waktu tiga bulan untuk melakukannya. Di Indonesia (sebagaimana juga di berbagai negara lainnya seperti Singpore, Thailand, Malaysia, dll) siswa-siswa GMC hanya perlu waktu 1.5 hari saja (12 jam)

Saat ini metode GMC menempati sukses tertinggi di dalam penyebaran pasar internasional.

Selain kemampuan dengan mata tertutup mampu melakukan berbagai aktifitas, peserta pelatihan GMC juga dengan pelatihan yang konstan akan mampu melakukan banyak hal seperti melihat dengan sentuhan, atau terkenal dengan istilah “skin vision”. Sebagian anak lainnya yang telah teraktifasi otak tengahnya mampu melihat kartu secara detail dengan penciumannya atau pendengarannya. Sebagian lainnya mengatakan mereka mampu melihat, menulis, membaca, dan mewarnai di dalam kegelapan total.

Sekarang setiap anak kita bisa hidup SANGAT NORMAL setelah otak tengah mereka diaktifasi. Sesungguhnya otak manusia demikian hebatnya. Apa yang barusan digambarkan di atas hanyalah seperti sebongkah batu es di permukaan kutub utara, sebagian besar lainnya tidak terlihat dan masih tersembunyi. (Courtesy of GMC Indonesia)

Thursday, 25 March 2010

NOW EVERY ONE CAN BE A GENIUS


INTRODUCTION TO MIDBRAIN ACTIVATION
By David Ting

What we see today is a major breakthrough in brain research. Most of us know that 95% of the human brain is not used. According to scientists, Einstein used about 10% of his brain and he was a genius. All of us can become a genius if we know how to stimulate our brain.

Since 2005, GMC has invented a scientific approach to midbrain activation. After the activation, a person can see blindfolded by using the brainwaves emitted from the part of the brain known medically as mesencephalon. It is the bridge between the left and right brain. It is in the sleeping mode due to stress and sadness. After activation, the brain power is restored and many hidden potentials will be unleashed, if constantly practiced, is the pathway to be a genius. Some of the benefits are as follow:-
Improves memory [LEARN MORE IN SHORTER TIME]
Improves concentration. [MORE RECEPTIVE]
Improves creativity. [MORE INNOVATIVE]
Improves sports. [MORE TALENTED]
Balance hormone [MORE HEALTHY].
Balance use of right and left brain. [BALANCE CHARACTER]

Mental problems will be reduced to the minimal after the midbrain activation. The hyperactive will be able to sit still, those who are still can become more active. Instead of being right brain dominant or left brain dominant, a person becomes midbrain dominant. He/she is no longer controlled by the left or right brain anymore. The midbrain becomes the captain of the left and right brain. Only those who are midbrain dominant can control the left and right brain. Many parents are frustrated when they are not able to make their children to sit still. Adults are frustrated why we are not able to be active like the children! We know now that the root problem is in the way our brain functions. If a person is right brain dominant, he is not able to sit down for long and vice versa. We have no control over our left or right brain unless we are midbrain dominant.

Our society is dominated by the left brain - calculative, jealous and full of hatred. Such character dominates because the right brain – loving, intuitive, innovative is oppressed. Our desire to see a society that is intelligent and loving is possible when the midbrain dominates. We expect to see changes when the brain functions properly.

Lets us not be blinded by the fees and efforts we have to put in to train our children. Let us look at the long term benefits that are beyond imagination. This is definitely a course that your child cannot afford to miss! We conduct the course in different languages.

Blindfold is not our goal but it is one of the many indications that the midbrain has been activated. Darkness helps a person to concentrate and scientists will tell you that our brain functions differently when in the dark. There is no side effect because GMC does not use pills. Our method is not based on any religion. It is natural and scientific and medically explainable. Thousands of students have gone through the midbrain activation course. In Russia, it takes one year training to be able to see blindfolded. In Japan, at least three months but in Malaysia, it takes about two days only. So far, GMC method has the highest rate of success and we are spreading into the international market!

We are not the third eye mentioned elsewhere. After the midbrain activation, a person can "see" by touch. This is known as SKIN VISION. Some people can "see" by using the ears! There are yet others that can "see" by smelling. It is impossible for us to known the details in a card by smelling or hearing while blindfolded and eyes closed. Many midbrain activated people can "see" in the dark. They can write, read and do coloring in total darkness.

Now everyone can live a NORMAL LIFE after the midbrain activation. Our human brain is actually very powerful. What we see is just the tip of an iceberg...we have yet to see more hidden potentials in years to come!

Monday, 22 March 2010

AKTIVASI OTAK TENGAH


Otak tengah adalah suatu bagian dari otak yang paling rumit fungsi dan rangkaiannya. Otak ini berfungsi sebagai ‘master controller’. Kegunaannya secara garis besar adalah mengontol kegiatan otak kanan dan kiri. Otak tengah manusia mempunyai disain awal aktif. Otak ini menjadi tidak aktif karena pengaruh kebudayaan manusia dan pikiran logika. Binatang tidak mempunyai logika, sehingga menggunakan otak tengah dengan intensitas yang cukup tinggi. Setelah otak tengah akan diaktivasi, maka seluruh bagian otak (otak kanan dan kiri) akan diatur untuk bekerja sama. Seorang anak dengan otak tengah yang aktif akan mempergunakan kedua belah otak tersebut dengan lebih baik dan menyeluruh. Akibat yang diharapkan dengan aktifnya otak tengah adalah :
  • Konsentrasi yang lebih baik (karena melibatkan lebih banyak bagian otak)
  • Daya Ingat yang meningkat (penyelidikan dari Jepang menyatakan, secara teori memori meningkat 1 juta kali)
  • Tingkat kestabilan emosi yang lebih baik / stabil
  • Pengaturan hormon lebih baik (karena otak tengah adalah bagian otak untuk regulasi hormon)
  • Pengontrolan daya kinetik (gerakan) lebih baik
  • Daya tangkap yang lebih tinggi (karena untuk mengerti sesuatu, anak dapat menggunakan kedua belah otak, bukan hanya logika saja)
  • Loving Intelligence yang lebih tinggi (kecenderungan kuat untuk mengasihi orang lain, termasuk orang tua. kemampuan ini juga yang mengarahkan anak untuk menggunakan kemampuannya untuk kebaikan)
Pada training aktivasi, dilakukan aktivasi awal dari otak tengah anak. Tanda bahwa otak tengah sudah aktif adalah kemampuan melihat dengan mata tertutup. Hal ini bisa terjadi karena otak tengah menjadi aktif dan mengeluarkan gelombang otak dengan intensitas yang lebih tinggi dari sebelumnya. Gelombang otak ini terpancar keluar, memantul, lalu ditangkap lagi oleh berbagai indera anak, termasuk tangan, hidung, telinga, juga oleh otak tengah itu sendiri. Gelombang otak ini yang dapat berjalan menembus bebagai media (termasuk tembok), seperti layaknya gelombang suara. Jadi kemampuan dengan dengan mata tertutup adalah sekedar tanda bahwa otak tengah sudah aktif. kemampuan tersebut bukanlah kemampuan yang dikejar secara khusus. Bagaimana kemampuan otak tengah selanjutnya tergantung latihan si anak. Otak tengah yang telah aktif justru akan membuat anak lebih ‘baik’. mereka tidak memiliki kecenderungan untuk berbuat curang. Banyak cerita dari anak-anak yang telah diaktivasi, mereka menjadi lebih memperhatikan orang lain, bukan hanya dirinya sendiri. (kutipan - Hartono Sangkanparan)

Monday, 19 January 2009

Dahsyatnya Otak Manusia

A.1 DAHSYATNYA TUHAN MENCIPTAKAN OTAK MANUSIA

Tuhan menciptakan manusia dengan kemampuan otak/ daya pikir yang luar biasa:
1. Lebih dari 30 Miliar Neuron atau Syaraf
2. Memori 30-70 Trilliun giga
3. Mencetuskan aliran elektrik
4. Memiliki kemampuan 10.000 x Kemampuan Komputer
5. 70-100 Trilyun pola pikir tak terhingga yg setara dg 500 ensiklopedia
6. Aktivasi sel menghasilkan gelombang otak yg disebut juga Brainwave
7. Brainwave dapat direkam dengan electroencephalograph (EEG)

BAGIAN-BAGIAN OTAK MANUSIA
Otak manusia terdiri dari:

1. Otak Besar yang terdiri dari: otak kanan (berpikir seni) dan otak kiri (berpikir logis), Otak besar disebut juga: Otak depan, otak kanan dan otak kiri, otak berpikir, otak neocorteks atau otak mamalia baru.

2. Otak belakang terdiri dari:
a. Batang Otak (mengatur kerja jantung, dll): Batang otak disebut juga Otak Reptil, di batang otak paling atas terdapat Mesencephalon/ Otak tengah/Midbrain.
b. Otak Kecil (mengatur gerak):Paul MacLean, Direktur Laboratorium Evolusi dan Tingkah Laku Otak, National Institute of Mental Health di Amerika menemukan bahwa di dalam otak manusia terbagi menjadi 3 bagian besar yaitu:
b1.Otak Mamalia Baru, Neocortex, Higher-order thinking, Neomammalian.
b2. Otak Mamalia Tua, Limbic Brain, terdiri dari system operasi otak tengah/ system limbic, emotions, Paleomammalian, Sistem Limbic / system operasi otak tengah terdiri dari:- Amigdala, hipokampus, hipotalamus, – Di dalam system limbic selain 3 komponen tersebut, juga termasuk di dalamnya batang otak, Karna otak tengah/ mesencephalon menyatu dengan batang otak, otomatis otak tengah/ mesencephalon itu termasuk dalam system limbic.
b3.Otak Reptil, brain stem, yaitu batang otak, protoreptilian, survival: Dunia kedokteran tidak mengenal istilah Otak Tengah, karena istilah Otak Tengah itu hanya dipakai pada saat pembentukan otak pada janin dalam kandungan, setelah pembentukan itu selesai, otak tengah (midbrain/ mesencephalon) sudah digolongkan sebagai batang otak.


KAJIAN MEDIS : Fungsi Otak Tengah / Midbrain

Sebenarnya otak tengah kita sudah aktif, melainkan hubungannya adalah dengan fungsi mesenchephalon sebagai fungsi visual (yang dibawa masuk ke VISUALISASI, melalui cara mempertajam intuisi di pikiran bawah sadar), Dalam dunia medis, mesencephalon itu berfungsi sebagai FUNGSI VISUAL yang

meliputi pergerakan :
1. Bola Mata
2. Lensa Mata
3. Diameter Pupil
4. Saraf Visual
5. Gerak Motorik

Hasil penelitian international mengenai kegunaan otak-tengah adalah:

1. Penyusunan memori yang baru bersama dengan organ hipokampus yang
dirangsang oleh kadar dopamine otak, dengan demikian pembelajaran juga
melibatkan otak tengah/ mesencephalon.

2. Organ penyusun system limbic seperti: amygdale, hipokampus, dan hipotalamus
berperan penting dalam penyusunan dan recalling memori

3. Sistem limbic merupakan system control emosi dan kontrol hormon, sehingga
proses belajar dapat dilakukan serempak / simultan

Jadi karena mesencephalon secara Medis berfungsi secara visual, penyusunan memori, recalling memori, control emosi dan control hormone, maka otak tengah/mesencephalon dengan Blind Fold Method lebih mengarah pada disiplin ilmu psikologi dan ilmu okultisme yang mana lebih menjelaskan BFM untuk memasuki pikiran bawah sadar dengan menggunakan indra ke enam.

KAJIAN PSIKOLOGI : Fungsi Otak Tengah / Midbrain

Fungsi midbrain bukan sebagai penyeimbang otak kanan dan otak kiri, melainkan fungsi utamanya adalah sebagai perantara antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.

“Dalam buku Quantum Ikhlas oleh Erbe Sentanu, dijelaskan bahwa menurut Paul MacLean, Direktur Laboratorium Evolusi dan Tingkah Laku Otak, National Institute of Mental Health di Amerika, mengenai 3 bagian otak tersebut”, dalam dunia psikologi, diketahui bahwa pikiran manusia terdiri dari 2 macam, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.

Perbandingan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar:

Seperti gunung, dimana bagian gunung yang muncul ke permukaan, hanya lebih kurang 10% adalah pikiran sadar, dan bagian gunung yang terendam dalam tanah adalah lebih kurang 90% yang merupakan pikiran bawah sadar. Kekuatan Pikiran bawah sadar adalah 9 kali lipat lebih kuat daripada pikiran sadar. Itulah yang menyebabkan seseorang itu sulit mengubah sebuah kebiasaan yang sudah terlanjur mengendap di pikiran bawah sadar.
Apabila terjadi pertentangan antara pikiran sadar dan bawah sadar, pikiran bawah sadar pastilah yang menang.

KAJIAN MEDIS DAN PSIKOLOGI TENTANG APA ITU GELOMBANG OTAK MANUSIA ?

Gelombang otak manusia bisa dideteksi dengan alat EEG, Elektroenchephalograph.
Lima Gelombang Otak Manusia terbagi menjadi :

1.Gamma (30-45 Hz): hasrat, konsentrasi tinggi, focus, ekstasi tinggi, pengerahan energi.

2.Beta Tinggi (15-30 Hz) : anksietas/gelisah, ekstasi atau keterangsangan, Beta (15-30 Hz): Merasa, berpikir, persepsi, konsentrasi, kognisi, aktivitas mental.

3.Alpha (8-15 Hz): Bangun, kesadaran penuh akan badan dan lingkungan, produksi srontonin meningkat, Alpha rendah relaksasi (dalam keadaan sadar), menghayal, visualisasi, pra tidur, tutup mata tetapi masih sadar, gerbang akses ke pikiran bawah sadar, bekerja di otak tengah/ midbrain.

4.Theta (4-8 Hz): Emosi, pengalaman emosional, kreativitas, meditasi dalam, gerbang ke pikiran bawah sadar, mengantuk, tidur bermimpi, terhipnosa, transe, produksi catecholamin meningkat, vital untuk memori, ingatan dan pembelajaran,

5.Delta (0,1-4 Hz) : instink/naluri, tidur tanpa bermimpi, tidur nyenyak, pingsan, trans berat, koma ringan,produksi hormone pertumbuhan meningkat, Delta rendah : Koma berat, mati suri.

Dalam hal ini semua gelombang otak manusia tetap ada secara lengkap dalam waktu yang bersamaan, namun hanya satu saja gelombang otak yang dominan. Pada anak-anak, sekalipun mereka beraktifitas dalam keadaan Betha, jika diperiksa dengan EEG gelombang otak anak anak dalam keadaan Alpha dan Theta. Setelah seorang anak akil balik, dia akan menggunakan gelombang betha sama seperti orang dewasa.

Perbedaan Gelombang Otak pada anak inilah yang mengakibatkan:

1. Anak-anak cepat menyerap/ menangkap / belajar hal baru.
2. Anak-anak sering bermimpi.
3. Pengalaman traumatis seseorang pada masa kecil terekam sampai dewasa kita tidak bisa mengingat masa dalam kandungan dan masa bayi, karna semua pengalaman itu terekam dalam memory bawah sadar yang paling bawah yang disebut memory primitif. (Dalam buku Hypnotherapy, Adi W Gunawan)

SISI POSITIF GELOMBANG ALPHA YANG BEKERJA DI OTAK TENGAH/ MIDBRAIN

Ada banyak manfaat olah raga bagi kesehatan mental yang ditemukan dari hasil penelitian ini salah satunya adalah dengan berolah raga yang dominan gelombang alpha, diproduksi zat biokimia alami yaitu zat Beta- Endorphin yang dapat berfungsi sbb:

1. meningkatkan daya ingat.
2. dan menambah konsentrasi dalam belajar.
3. Menambah kreatifitas.
4. Meningkatkan kemampuan belajar.

Kesimpulan: pada saat seseorang yang berolah raga terjadi pemaksimalan gelombang alpha di otak, yang memberi manfaat bagi kesehatan mental.

KAJIAN MEDIS

Otak tengah kita/gelombang alpha kita tidak tertidur !
Binatang terkecil sekalipun memiliki batang otak dan otak tengah, dan hanya sebagian kecil binatang saja yang menggunakan otak berpikir/ neokortex, contohnya lumba-lumba di sirkus dapat menghitung matematika. Bahkan tidak semua binatang memiliki bagian otak neokortex, contohnya pada binatang reptile.

Hal ini juga dibuktikan oleh hasil penelitian Daniel M. Landers, profesor ilmu kesehatan fisik dan olahraga dari Univeritas Arizona yang sudah kita bahas di atas tadi, bahwa pada saat seseorang bermeditasi, dan pada saat orang sedang berolah raga, gelombang otak yang dominan adalah gelombang alpha. Dalam keseharian kita otak tengah kita sudah bekerja. Bahkan setiap saat kita menjelang tidur, otak kita bekerja pada dominan gelombang alpha.

KAJIAN PSIKOLOGI, SISI NEGATIF DOMINASI OTAK TENGAH :

Menurut dr. H. Taufiq Pasiak, M. Pd. I, M.kes. beliau adalah Kandidat doctor UIN Yogyakarta, Penulis best seller “revolusi IQ/EQ/SQ dan Managemen Kecerdasan, dalam bukunya berjudul: “Brain Management for Self Improvement” kecerdasan emosi seseorang tercapai, jika kita mengubah jalur sarafi emosi bukan ke system operasi otak tengah/ system limbic, tetapi ke otak berpikir/ neo corteks. Penggunaan otak tengah/ system limbic yang berlebihan akan menghasilkan emosi negative dimana kita tidak dapat mengendalikan emosi, justru kita dikendalikan emosi. Sedangkan pemakaian otak berpikir/ neocortex dalam beremosi akan menghasilkan pengendalian emosi atau emosi positif

KAJIAN MEDIS DAN PSIKOLOGI :
KAITAN ANTARA OTAK, GELOMBANG OTAK DAN TEORI PIKIRAN

Otak Reptil/Batang Otak
Di Dalamnya Menyatu Dengan Mesencephalon Sistem Limbic/

Sistem Operasi Otak Tengah
Yang Melibatkan Batang Otak/ Di Dalamnya Terdapat Mesencephalon Otak Neocortex
Pikiran Bawah Sadar Perantara Pikiran Sadar Dan Pikiran Bawah Sadar Pikiran Sadar
Gelombang Theta Dan Delta Gelombang Alfa Gelombang Gamma Dan Beta
Emosi Sistem Limbic
Emosi Negatif Emosi Netral Emosi Neocortex
Emosi Positif
Rumus: diulang-ulang di Betha/ pikiran sadar, dilakukan terus di alfa, akan mengendap di theta/ pikiran bawah sadar, muncul kembali oleh pusat kendali otomatis secara otomatis, dan pengaruhnya 9 kali lebih kuat

Kesimpulan :
Fungsi otak tengah/ mesencephalon dalam bidang disiplin ilmu medis adalah untuk fungsi visual, Dalam bidang disiplin ilmu psikologi adalah untuk menghubungkan antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, atau lebih jelasnya menjadi pintu gerbang memasuki pikiran bawah sadar, ini bekerja pada gelombang alpha
Mari kita lihat/ perbandingkan, apakah sesuai antara fungsi mesencephalon dari sudut pandang medis dan psikologi?

Fungsi Mesencephalon Secara Medis Gelombang AlphaSecara Psikologi Teori pikiranSecara Psikologi

System limbic
Paul Maclean : fungsi emosi
Emosi negative – system limbic
Emosi positif – neocortex Emosi netral
Tetapi Metode Menutup Mata
Mengoperasikan emosi- ke pikiran bawah sadar

Di Sistem Limbic-emosi negatif
Fungsi visual:
1. Bola Mata
2. Lensa Mata
3. Diameter Pupil
4. Saraf Visual
5. Gerak Motorik - relaksasi (dalam keadaan sadar)
- menghayal
- visualisasi
- pra tidur
- tutup mata tetapi masih sadar
- gerbang akses ke pikiran bawah sadar
- juga dicapai lewat olah raga
Hasil penelitian international:

4 fungsi :
- penyusunan memori
- recalling memori
- control emosi
- control hormone Mesencephalon/ otak tengah Akses ke pikiran bawah sadar:
Batang Otak sebagai Penyimpan memori jangka panjang

KAJIAN MEDIS, MENGENAI SKIN VISION

Cara kerja otak manusia adalah :
1. Otak menerima input/masukan dari panca indra,
2. Mata memberi informasi ke otak melalui pengelihatan,
3. Telinga memberi informasi melalui pendengaran,
4. Kulit memberi informasi ke otak melalui perabaan,
5. Hidung memberi informasi ke otak melalui penciuman,
6. Lidah memberi informasi ke otak melalui pengecapan,

Jika otak manusia rusak, tentu saja, walaupun punya mata, tetap saja, manusia tidak dapat melihat. Jadi yang membaca masukan dari luar tetaplah otak.
Namun orang yang matanya rusak/buta, tetap saja otaknya dapat menerima masukan/input melalui indra lainnya yang masih normal.

Contoh; Orang buta: tetap dapat mengenali nilai nominal uang, karena dia menggunakan indra peraba, demikian juga pada pijat tunanetra, si orang tunanetra itu mengenali anatomi dari indra perabaan. Orang buta dapat berjalan tanpa menabrak tembok di rumahnya, karena ia menggunakan indra pendengaran, untuk mendeteksi seberapa jarak suara dengan pantulan dinding. Orang buta juga dapat mengerti sebuah makanan basi atau tidak, dengan cara menggunakan indra penciumannya

PENGARUH TERAPI GELOMBANG OTAK BAGI ORGAN TELINGA

Apa pengaruh Terapi Gelombang Otak dengan suara yang sangat keras tersebut bagi kesehatan telinga?
Membran telinga/ gendang telinga anak-anak akan mengalami gangguan yang cukup berarti. Apalagi volumenya melebihi batas toleransi telinga misalnya jika sampai lebih dari 110 desibel apabila aktivitasi tersebut pada volume antara 85-100 desibel maka tidak ada masalah.


Kesimpulan Kajian Ilmu Kedokteran

1. Tuhan menciptakan otak kita begitu dahsyat.
2. Otak manusia terdiri dari beberapa bagian
3. Midbrain bukan penghubung bahkan penyeimbang otak kanan dan kiri, Midbrain adalah penghubung otak depan/otak besar dengan otak belakang di mana anatomi mesencephalon adalah menyatu dengan batang otak dan berada pada system limbic
4. Fungsi Midbrain adalah sebagai fungsi visual, memori, emosi dan hormone
5. Secara kedokteran orang mengatakan tidak mungkin bisa membaca KTP dengan mata tertutup, hal ini dimungkinkan jika membaca dengan mata tertutup menggunakan Gelombang Otak ini sudah terbukti

Kesimpulan Kajian Ilmu Psikologi

1. Fungsi otak tengah/mesencephalon di dunia psikologi adalah: menjadi perantara antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar
2. Pikiran sadar Otak mamalia baru. Neocortex
3. Pikiran bawah sadar Otak Reptil/ batang otak
4. Perantara pikiran sadar dan bawah sadar: Mesencephalon yang ada di antara otak depan dan otak belakang
5. Pada dasarnya gelombang alpha adalah netral, bisa menjadi emosi positif, bisa juga menjadi emosi negative
6. Sisi positif penambahan gelombang alpha adalah 28 manfaat bagi kesehatan mental seseorang, yang juga dapat diraih melalui olah raga dan meditasi
7. Otak tengah kita tidak tidur, setiap hari kita menggunakan otak tengah.
8. Contoh gelombang alpha, emosi negative, pada orang mabuk, Contoh gelombang alpha, emosi positif, adalah pada orang yang berolah raga.
9. Penggunaan Otak berpikir/neo corteks dalam beremosi akan menghasilkan emosi positif
10. Gamma dan Beta mewakili pikiran sadar bekerja di Neocortex
11. Alpha menghubungkan pikiran sadar dan bawah sadar bekerja di sistem limbic/ termasuk mesencephalon
12. Theta dan Delta mewakili pikiran bawah sadar, bekerja di batang otak / termasuk mesencephalon
13. Krosscheck antara fungsi gelombang alpha di disiplin ilmu psikologi cocok dengan fungsi mesencephalon di disiplin ilmu kedokteran
14. Ada perubahan paradigma belajar
15. Gelombang Otak kita setiap saat menghasilkan impuls-impuls listrik. Aliran listrik ini, yang lebih dikenal sebagai gelombang otak, diukur dengan dua cara yaitu amplitudo dan frekuensi. Amplitudo adalah besarnya daya impuls listrik yang diukur dalam satuan micro volt. Frekuensi adalah kecepatan emisi listrik yang diukur dalam cycle per detik, atau hertz. Frekuensi impuls menentukan jenis gelombang otak yaitu beta, alfa, theta, dan delta. Jenis atau kombinasi dan jenis gelombang otak menentukan kondisi kesadaran pada suatu saat.

Setiap orang punya pola gelombang otak yang unik dan selalu konsisten. Keunikan itu tampak pada komposisi ke empat jenis gelombang pada saat tertentu. Komposisi gelombang otak itu menentukan tingkat kesadaran seseorang. Meskipun pola gelombang otak ini unik, tidak berarti akan selalu sama sepanjang waktu. Kita dapat secara sadar, dengan teknik tertentu, mengembangkan komposisi gelombang otak agar bermanfaat bagi diri kita.

GELOMBANG BETA
Beta adalah gelombang otak yang frekuensinya paling tinggi. Beta dihasilkan oleh proses berpikir secara sadar. Beta terbagi menjadi tiga bagian, yaitu beta rendah 12-15 Hz, beta 16-20 Hz, dan beta tinggi 21-40 Hz. Kita menggunakan beta untuk berpikir, berinteraksi, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Meskipun beta sering kali “menghilang” saat kita memfokuskan pikiran, beta tetap dibutuhkan agar kita dapat menyadari dan ia di luar diri kita. Bersama dengan gelombang lainnya, beta sangat dibutuhkan dalam proses kreatif. Tanpa beta, semua kreativitas yang merupakan hasil pikiran bawah sadar akan tetap terkunci di bawah sadar, tanpa bisa terangkat ke permukaan dan disadari oleh pikiran.
Walaupun beta merupakan satu komponen yang sangat penting dalam kondisi kesadaran kita, bila kita beroperasi semata-mata hanya dengan jenis gelombang ini, tanpa didukung oleh frekuensi yang lebih rendah, maka akan menghasilkan satu kehidupan yang dipenuhi dengan kekhawatiran, ketegangan, dan proses berpikir yang tidak fokus.

GELOMBANG ALFA
Alfa adalah jenis gelombang yang frekuensinya sedikit lebih lambat dibandingkan beta, yaitu 8-12 Hz. Alfa berhubungan dengan kondisi pikiran yang rileks dan santai. Dalam kondisi alfa, pikiran dapat melihat gambaran mental secara sangat jelas dan dapat merasakan sensasi dengan lima indra dan apa yang terjadi atau dilihat dalam pikiran. Alfa adalah pintu gerban bawah sadar.

Pada tahun 60-an dan 70-an, alfa sangat populer dan diklaim sebagai gelombang otak paling penting, yang merupakan kunci untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi. Penelitian dengan menggunakan mind technology modern yang dilakukan oleh banyak pakar terkemuka, antara lain Maxwell Cade dan Anna Wise, membuktikan, bahwa alfa bukanlah jenis gelombang terpenting.
Manfaat alfa yang utama dan paling penting adalah sebagai jembatan penghubung antara pikiran sadar dan bawah sadar. Alfa memungkinkan kita untuk menyadari keberadaan mimpi dan keadaan meditasi terdalam yang kita capai. Tanpa alfa, kita tidak akan dapat mengingat mimpi atau meditasi yang sangat dalam, saat kita terbangun atau selesai bermeditasi.

GELOMBANG THETA
Theta adalah gelombang otak pada kisaran frekuensi 4-8 Hz, yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar (subconsciaus mind). Theta muncul saat kita bermimpi dan saat terjadi REM (rapid eye movement). Pikiran bawah sadar menyimpan memori jangka panjang kita dan juga merupakan gudang inspirasi kreatif. Selain itu, pikiran bawah sadar juga menyimpan materi yang berasal dan kreativitas yang ditekan atau tidak diberi kesempatan untuk muncul ke permukaan dan materi psikologis yang ditekan. Meskipun kita dapat masuk ke theta dan mengakses berbagai materi yang tersimpan di sana, bila tidak dibantu dengan gelombang alfa dan beta, semua materi itu tidak dapat dikenali oleh pikiran sadar.

Semua materi yang berhubungan dengan emosi, baik itu emosi positif maupun negatif, tersimpan dalam pikiran bawah sadar. Emosi-emosi negatif yang tidak terotasi dengan baik, setelah masuk ke pikiran bawah sadar, akhirnya menjadi beban psikologis yang menghambat kemajuan diri seseorang.

Bila kita berhasil masuk ke kondisi theta, kita akan mengalami kondisi meditatif yang sangat dalam. Semua pengalaman meditatif yang selama ini dicari oleh orang yang melakukan praktik meditasi, misalnya keheningan, ketenangan, kedalaman, dan puncak kebahagiaan, dirasakan di dalam theta. Theta adalah “puncak” di dalam “pengalaman puncak”. Saat komponen gelombang lainnya berada dalam takaran yang pas, bersama dengan theta, kita dapat merasakan pengalaman “ah-ha”. Saat kita ingin mengobati dan menyembuhkan tubuh atau pikiran, kita harus masuk ke theta agar dapat mencapai hasil maksimal.

GELOMBANG DELTA
Delta adalah gelombang otak yang paling lambat, pada kisaran frekuensi 0,1-4 Hz, dan merupakan frekuensi dan pikiran nirsadar (unconsciaus mind). Pada saat kita tidur lelap, otak hanya menghasilkan gelombang delta agar kita dapat istirahat dan memulihkan kondisi fisik. Pada orang tertentu, saat dalam kondisi sadar, delta dapat muncul bersama dengan gelombang lainnya. Dalam keadaan itu, delta bertindak sebagai “radar’ yang mendasari kerja intuisi, empati, dan tindakan yang bersifat insting. Delta juga memberikan kebijakan dengan level kesadaran psikis yang sangat dalam.

Gelombang delta sering tampak dalam diri orang yang profesinya bertujuan membantu orang lain. Orang yang perlu memahami kondisi mental, psikologis, atau emosi orang lain. Orang yang berprofesi sebagai “penyembuh” dan orang yang sangat mengerti orang lain biasanya mempunyai gelombang delta dalam kadar yang tinggi. Delta muncul tidak hanya saat kita memperhatikan orang lain, namun juga muncul saat kita berusaha mengerti ide atau konsep, objek atau seni, atau apa saja yang membutuhkan kesadaran nirsadar yang dalam.

Delta juga disebut dengan orienting response karena berfungsi mengarahkan kita dalam hal waktu dan ruang. Delta berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk merasakan adanya ancaman atau bahaya. Delta memungkinkan kita untuk “melihat” informasi yang tidak dapat ditangkap oleh pikiran sadar. Dari sudut pandang negatif, delta juga dapat digunakan untuk kondisi berhati-hati yang berlebihan (hypervigilance). Sikap hati-hati yang berlebihan, atau lebih tepat disebut dengan kepekaan, berguna untuk anak yang mengalami abuse untuk memastikan kondisi emosi orangtuanya. Dari pengamatannya, anak itu akan tahu apakah orangtuanya akan memukul atau menghukum dirinya. Masalah akan timbul bila anak bertumbuh dengan delta yang berlebihan dan secara terus-menerus “membaca” kondisi emosi di lingkungan sekitarnya dan berusaha mengendalikan kondisi ini demi keselamatan hidupnya.
Orang dewasa yang terlalu peka, sebagai hasil dan mengembangkan sikap berhati-hati secara berlebihan sejak kecil dapat secara positif mengarahkan kepekaannya ini pada kemampuan persepsi psikis dan penyembuhan. Hal itu dapat dicapai karena radar delta yang telah sangat berkembang dalam dirinya. Delta juga dihubungkan dengan konsep collective unconscious.
Gelombang beta, alfa theta, dan delta adalah komponen pembentuk kesadaran kita. Keempat gelombang itu beropenasi dalam satu jalinan komposisi rumit yang menentukan kondisi kesadaran kita dalam suatu saat.

PIKIRAN BAWAH SADAR
Kita memiliki 2 jenis pikiran, pikiran sadar dan pikiran bawah sadar yang sebenarnya merupakan suatu kesatuan. Kedua pikiran ini saling bekomunikasi dan bekerja dalam waktu bersamaan, secara paralel.’
Pikiran sadar memiliki empat fungsi utama, yaitu:
1. Mengidentifikasi informasi yang masuk
2. Membandingkan
3. Menganalisis
4. Memutuskan

Saat dua orang berinteraksi, pikiran bawah sadar mereka saling sibuk mengamati kegiatan bawah sadar lawan bicaranya, tanpa pikiran sadar mereka tahu apa yang sedang terjadi. Komunikasi bawah sadar mempunyai efek pengaruh yang sama kuat, bahkan bisa lebih kuat daripada pengaruh komunikasi dengan pikiran sadar.

Gelombang Otak (1) :Frekuensi dan Fungsinya

Fungsi dari gelombang otak:

Otak manusia apabila berfungsi maksimal dan secara penuh, maka sebuah otak bisa mempunyai kekuatan listrik sebesar 10 watt. Oleh karena itu, otak manusia disebut juga sebuah organ yang bersifat ‘electrochemical’, yang mempunyai frekuensi gelombang elektro yang disebut brainwaves atau gelombang otak. Gelombang otak kita bisa diukur dengan sebuah alat ukur yang disebut ‘EEG’ Atau Electro Enchepalograph.

Ada empat macam gelombang otak, yaitu: Beta, Alfa, Theta, dan Delta, yang masing-masing bisa diketahui frekuensinya dengan alat EEG. Pengukuran gelombang otak ini berdasarkan pada getaran yang ditimbulkan oleh otak kita dalam satu detik. Pada saat kita akan diukur dengan alat EEG, maka kepala kita dipasang beberapa elektroda yang dihubungkan dengan alat EEG tersebut. Setelah diukur, maka akan didapatkan frekuensi gelombang otak. Dalam satu waktu yang bersamaan, kita tidak mungkin berada dalam gelombang otak yang berbeda (misal Beta dan Alfa); akan tetapi dalam satu waktu, kita hanya akan berada di dalam satu jenis gelombang otak saja.

Berikut ini urutan gelombang otak beserta frekuensinya:

1. Gelombang Beta
Frekuensi gelombang Beta berkisar pada ukuran 13-40 Hz/detik. Gelombang Beta memiliki amplitudo yang paling rendah, dan merupakan gelombang otak yang tercepat di antara yang lainnya. Gelombang otak ini dihubungkan dengan mengaktifkan otak. Pada kondisi ini, kita berada dalam keadaan sadar total dan sedang melakukan sebuah pekerjaan yang menuntut konsentrasi yang tinggi, memakai pemikiran yang logis, serta percakapan aktif, misalnya: mengajar, memberi presentasi, berdebat, memberi pidato, maupun olah raga.

2. Gelombang Alfa
Frekuensi gelombang Alfa berkisar pada ukuran 9-14 Hz/detik. Bila kita berada dalam gelombang Alfa ini, maka kita dalam keadaan sadar tetapi rileks. Kalau pada gelombang Beta, kita akan membangkitkan dan mengaktifkan daya kerja otak, sebaliknya pada gelombang Alfa, kita tidak mengaktifkan otak, sebaliknya pada gelombang Alfa, kita membuat otak dalam rileks dan tenang. Gelombang Alfa memiliki amplitudo tinggi dengan kecepatan yang lebih rendah daripada gelombang Beta. Bila Anda sudah menyelesaikan tugas, lalu duduk santai sambil membaca, maka gelombang otak Anda dalam keadaan Alfa. Atau pada jam rehat, Anda berjalan-jalan pelan sendirian di taman, maka gelombang otak Anda dalam keadaan Alfa. Membaca, belajar, mendengarkan, melihat dan mengamati sesuatu juga dalam keadaan Alfa. Jadi apabila ada seorang murid sulit berkonsentrasi dalam belajar, boleh jadi dia butuh program relaksasi karena otaknya terlalu aktif (sering dalam keadaan Beta, padahal belajar membutuhkan gelombang Alfa).

3. Gelombang Theta
Gelombang Theta memiliki amplitudo yang lebih besar lagi dan frekuensi yang lebih rendah, yaitu: 5-8 Hz/detik. Bila Anda telah menyelesaikan tugas, dan duduk lalu pikiran mulai melayang-layang, melamun sambil mata tertutup sehingga terlepas dari keadaan di sekeliling Anda, maka Anda dari gelombang Alfa rendah mulai memasuki gelombang Theta. Atau Anda mandi di bawah air pancuran, atau berendam dalam bathtub, atau sedang berayun-ayun dalam ayunan/hammock di bawah sebuah pohon, di mana Anda merasa sangat relaks dan Anda melepaskan diri dari keadaan di sekitar Anda, maka Anda mulai berada di gelombang Theta.
Pada gelombang Theta, seseorang selain dalam keadaan relaks dan tenang, biasanya akan lebih produktif. Insiprasi dan ilham muncul dalam gelombang Theta. Orang yang melakukan meditasi dan dalam keadaan khusyuk, maka gelombang otaknya dalam keadaan Theta. Bila Anda sedang asyik melamun di ayunan dan dibuai angin yang semilir, tiba-tiba diserang kantuk, maka Anda sudah mulai di gelombang Theta terendah dan sedang memasukit gelombang yang frekuensinya paling rendah yaitu gelombang Delta.

4. Gelombang Delta
Gelombang yang paling tinggi amplitudonya tetapi paling rendah frekuensinya adalah gelombang Delta, berkisar 1,5-4 Hz/detik. Gelombang otak tidak pernah mencapai titik nol, karenai titik nol menunjukkan otak telah mati. Biasanya gelombang Delta berkisar antara 2-3 Hz/detik. Pada titik ini maka Anda sudah terlelap tidur, tidak sadar pada keadaan di sekeliling Anda.
Keadaan ketika Anda belum terlelap, dan sedang berbaring membaca sebuah buku, maka Anda berada di titik rendah Beta. Setelah itu, Anda meletakkan buku, mematikan lampu, dan menutup mata Anda, maka Anda dari Beta pindah ke Alfa, lalu ke Theta, dan akhirnya jatuh tertidur memasuki gelombang Delta.
Pernahkan pada suatu kali Anda mengalami sulit berkonsentrasi, pelupa, mudah panik, atau sulit tidur? Atau sebaliknya, pada saat tertentu Anda merasa mudah sekali mengingat sesuatu atau cepat menangkap isi sebuah bacaan? Atau merasa relaks sehingga bisa tidur dengan nyenyak? Ke semuanya itu berkaitan dengan gelombang otak Anda. Tindakan kita berkaitan dengan gelombang otak. Sebaliknya gelombang otak bisa di ‘reprogram’ untuk mengkondisikan kita pada suatu tingkatan tertentu untuk bisa memaksimalkan sebuah tindakan. Misalnya mendengarkan lagu lembut untuk masuk ke gelombang alfa, sehingga kita bisa konsentrasi dan melakukan tugas dengan maksimal dan fokus.
Atau pada saat otak Anda sedang aktif, padahal Anda ingin tidur, maka Anda bisa mereprogram otak Anda dengan mempraktikkan salah satu teknik relaksasi sehingga Anda dari dalam keadaan Beta, setelah memulai relaksasi pelan-pelan masuk ke Alfa, kemudian makin lama masuk ke Theta, dan selanjutnya bisa ke Delta, yaitu tertidur lelap. Untuk belajar teknik relaksasi, sebaiknya Anda mengikuti sesi khusus sehingga bisa mempelajari beberapa teknik relaksasi dari ahlinya. Beberapa teknik relaksasi yang bisa membantu untuk mengatasi masalah insomnia adalah: teknik pernafasan, pijatan, akupunktur, visualisasi, mendengarkan musik lembut, aroma terapi. Untuk teknik pernafasan.

Sumber:
Born to be a Genius, Adi W Gunawan,
‘Living in Wellness-Trauma Healing’ Patcriacia Mathes Cane, Ph.D,
‘What is the function of the various brainwaves?’, Intelegen, Inc.

Bookmark and Share